PPDB 2024 Dibuka Mulai 10 Juni, SMAN 1 Pontianak Sediakan 432 Kuota

KalbarOnline, Pontianak – SMA Negeri 1 Kota Pontianak, Kalimantan Barat akan membuka kuota sebanyak 432 siswa baru pada Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2024. Jumlah tersebut sama dengan jumlah siswa baru yang diterima tahun lalu.

Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati mengungkapkan, 432 siswa yang akan diterima berasal dari empat jalur sesuai dari juknis dinas pendidikan. Yakni jalur zonasi atau jarak, jalur mutasi, jalur prestasi dan jalur afirmasi.

“SMA 1 Pontianak menerima 432 siswa dalam arti hal ini kami menerima 12 rombel, satu rombel terdiri dari 36 siswa,” ungkap Inang saat ditemui, Kamis (06/06/2024).

“Jalur zonasi sebesar 60 persen, mutasi 5 persen, untuk jalur afirmasi 15 persen, disabilitas 2 persen, jalur prestasi 20 persen. Nah jalur prestasi ini dibagi menjadi 2 kategori, prestasi rapot 15 persen dan non akademik 5 persen,” tambahnya.

Baca Juga :  Kalbar Go Digital: Peningkatan Daya Saing di Bidang SDM dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Indang mengatakan, saat ini persiapan pelaksanaan PPDB di SMAN 1 telah berjalan 80 persen. Pihaknya telah membentuk panitia PPDB dari bulan Mei lalu, dan juga telah melaksanakan sosialisasi kepada calon-calon siswa serta di SMP terdekat dengan binaan SMAN 1 Pontianak.

Pelaksanaan PPDB secara daring (online) akan dilaksanakan dari 10 Juni 2024, mulai dari pembuatan akun. Kemudian dilanjutkan pada pendaftaran PPDB secara zonasi mulai tanggal 18 Juni 2024.

“Pembuatan akun dilakukan pada tanggal 10 sampai 15 Juni 2024. Jika telat membuat akun, bisanya tidak bisa mengikuti kegiatan penerimaan PPDB. Jadi dimohon untuk siswa-siswa yang akan melakukan pembuatan akun ini mohon dilihat jadwal yang sudah ditentukan oleh juknis,” katanya.

Baca Juga :  Ini Harapan Sekda Kapuas Hulu Saat Hadiri RUPS PT Jamkrida Kalbar

Sementara itu, terkait kecurangan PPDB yang biasa terjadi, Indang meyakinkan bahwa kecurangan tidak akan terjadi di SMAN 1 Pontianak.

“Untuk kecurangan dalam pelaksanaan PPDB kemungkinan kecil tidak terjadi. Kenapa tidak bisa terjadi, karena kita berdasarkan aplikasi yang sesuai dengan jalur-jalur yang ada,” tegasnya.

“Misalnya dari rapot nanti mereka masuk dalam perengkingan, kategori ini sudah ada di aplikasi sudah ditentukan berapa nilai tertinggi yang bisa masuk di sekolah kami dan batas minimalnya mereka. Tidak ditentukan dari sekolah, langsung dari aplikasi siswa yang mendaftar,” pungkasnya. (Lid)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment