Kalbar Tempati Urutan Ketiga Terendah Inflasi Nasional

KalbarOnline, Pontianak – Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mempertahankan posisi dalam 10 provinsi dengan angka inflasi terendah se-Indonesia. Di mana saat ini, Kalbar menduduki peringkat ketiga inflasi terendah setelah Provinsi Ace dan Papua dengan nilai 2,01 (y-o-y).

“Jadi untuk inflasi di Kalbar pada November, kita (Kalbar) di angka 2,01 persen. Ini berarti kita tiga provinsi dengan inflasi terendah setelah Aceh dan Papua,” ungkap Harisson.

Hal itu disampaikan Harisson saat diwawancarai awak media usai rakor pengendalian inflasi mingguan bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) secara virtual, dari Ruang Analisis Data (DAR), Kantor Gubernur Kalbar, Senin (04/12/2023).

Dengan demikian, Harisson mengungkapkan, upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemprov Kalbar terkait penurunan angka inflasi sudah cukup berhasil. Seperti operasi pasar dan gelar pangan murah yang rutin dilaksanakan di sejumlah daerah se-Kalbar.

“Karena kita sering melaksanakan pengendalian harga di pasar, beberapa kabupaten melakukan operasi pasar, gelar pangan murah, lalu kita juga melakukan pembagian-pembagian bahan kebutuhan pokok (bapok),” katanya.

Baca Juga :  Dorong ISMI Bibit Pengusaha Muslim, Ma’ruf Amin: Jangan Sampai Jadi Pengusaha Stunting

Selain itu, lanjut dia, pemprov juga akan melaksanakan gerakan tanam cabai untuk mengantisipasi tingginya harga cabai rawit di pasaran. Menurut Harisson, jika masing-masing rumah tangga mau menanam cabai, maka kebutuhan konsumsi sehari-hari, bisa tercukupi, tanpa harus membeli cabai di pasar.

“Ini akan kita (pemprov) galakkan karena cabai ini akan naik harganya apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru. Ditambah situasi el-nino curah hujan tinggi sekarang ini akan menyebabkan gangguan produksi cabai,” tuturnya.

Lewat program tersebut, pemprov melalui dinas terkait akan membagikan bibit cabai ke rumah tangga yang membutuhkan. Dalam hal ini, peran TP-PKK juga akan dilibatkan.

“Karena ini menyangkut kegiatan ibu-ibu di rumah dengan memanfaatkan pekarangan. Kami mengharapkan nanti kerjasama dengan TP-PKK provinsi maupun kabupaten/kota untuk pencanangan, dan menggalakkan gerakan menanam cabai di Kalbar,” pungkasnya.

Baca Juga :  Waspada! Sindikat Mafia Human Trafficking Berkedok Penyalur Pekerja Migran Bergerilya di Kalimantan

Sementara itu, Pj Ketua TP-PKK Kalbar, Windy Prihastari menyatakan siap mendukung program penanaman cabai di masing-masing rumah tangga tersebut. Apalagi pihaknya juga telah mendapat instruksi dari TP-PKK pusat, agar melakukan upaya-upaya konkret menekan harga cabai. Salah satunya dengan memasifkan kembali Gerakan Penanaman Cabai (Gertam Cabai), aktif di semua daerah.

“Gerakan ini telah digencarkan oleh TP-PKK seluruh Indonesia sejak tahun 2017, dan beberapa daerah sudah melaporkan keberlanjutan gertam cabai, dan manfaat yang diperoleh,” ujarnya.

Windy memastikan, TP-PKK Kalbar siap untuk menggalakkan kembali gertam cabai, dan menyampaikan laporan konkret keberlanjutan gertam cabai hasil pembinaan PKK selama ini. Di mana laporan tersebut akan menjadi pertimbangan TP-PKK pusat untuk melakukan verifikasi dan memberikan penghargaan kepada daerah yang berhasil dalam gertam cabai. (Jau)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment