Gerai Kuliner Bertebaran di Pontianak Pikat Wisatawan

KalbarOnline, Pontianak – Slogan “Kota Perdagangan dan Jasa” sudah melekat dalam identitas Kota Pontianak. Kota yang dikenal dengan kemegahan peristiwa alam di Tugu Khatulistiwa ini memikat wisatawan dengan kuliner dan destinasi wisata lainnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, hal ini menjadi peluang emas bagi pelaku UMKM di Kota Pontianak. Khususnya masa-masa pasca pandemi, arah ekonomi nasional berpusat pada UMKM.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak selalu memberikan kemudahan bagi UMKM, baik itu perizinan maupun keperluan administrasi lainnya. Kami juga menyediakan fasilitas seperti gerobak sampai akses menuju lokasi perdagangan,” katanya usai meresmikan Opening Grill and Dimsum Nusantara, di CS Coffee Jalan WR Supratman, Kamis (30/11/2023).

Baca Juga :  Soal Hasil Tes Swab Landak, Kadiskes Kalbar Sebut Antri

Gerai-gerai baru bertransformasi menjadi kawasan kuliner. Semula lahan kosong pun disulap pelaku UMKM menjadi pusat kuliner warga. Fenomena ini ditanggapi Edi sebagai dampak positif terselenggaranya pembangunan perekonomian di Kota Pontianak yang pesat. Terbukti dengan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 4,8 persen meski dilanda pandemi, dua tahun silam.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meresmikan Grand Opening Grill and Dimsum Nusantara di Jalan WR Supratman. (Foto: Kominfo/Prokopim Pontianak)
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meresmikan Grand Opening Grill and Dimsum Nusantara di Jalan WR Supratman. (Foto: Kominfo/Prokopim Pontianak)

“Pertumbuhan ekonomi ini didapat berkat kerja keras dan dedikasi pelaku usaha, khususnya UMKM, yang berjiwa tangguh dalam menjalankan kehidupan. Semoga dengan pembangunan yang berkelanjutan, Pontianak menuju daerah maju, menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Baca Juga :  Mahmudah Siap Emban Tugas Wali Kota

Edi menilai, banyak pendatang kemudian menetap di Pontianak dengan motivasi pengembangan karir. Pendatang yang didominasi warga daerah lainnya di Kalimantan Barat disambut baik di ibu kota provinsi ini. Bahkan menurutnya, peluang ini tidak boleh disia-siakan masyarakat.

“Menjual hal sederhana saja, di Pontianak bisa laku. Bagaimana jika dijual dengan serius? Tinggal bagaimana kita membina dan memberikan stimulus kepada UMKM serta selalu hadir untuk mereka,” tutupnya. (Indri)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment