Buku Membangun Kalbar Baru Ala Sutarmidji Ungkap Perilaku Sutarmidji dengan Para Ajudannya

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) periode 2018 – 2023, Sutarmidji baru saja meluncurkan sebuah buku berjudul “Bang Midji, Membangun Kalbar Baru, Tunaikan Janji-Persembahkan Prestasi”.

Buku itu diluncurkan bertepatan dengan acara syukuran hari ulang tahun Sutarmidji yang ke-61, di rumah pribadinya, Rabu (29/11/2023) kemarin.

Kepada KalbarOnline, Sutarmidji mengungkapkan, bahwa buku itu sebenarnya lebih kepada biografi dirinya, yang ia persembahkan kepada masyarakat, khususnya kepada para ASN muda yang baru menapaki karir.

“Buku ini buku biografi sebenarnya, tapi masih perlu penyempurnaan-penyempurnaan, saya launching di ulang tahun ke-61 ini, semoga buku ini bisa bermanfaat bagi generasi muda ASN untuk mengambil hikmahnya dari buku ini, yang bisa diikuti mah ikuti, yang tidak jangan,” ujarnya.

Sutarmidji menyampaikan, bahwa buku ini sebenarnya sudah lama ingin diluncurkan, namun karena terkendala oleh satu dan lain hal, maka buku ini kemudian baru diluncurkan kemarin, salah satunya mengenai materi pendukung dari kisah-kisah di dalamnya.

“Bahkan materinya banyak juga yang masih belum masuk di situ, nanti dalam edisi-edisi tertentu akan kita tambah seiring dengan adanya data yang kita peroleh,” ujarnya.

Buku “Bang Midji, Membangun Kalbar Baru, Tunaikan Janji-Persembahkan Prestasi” itu memiliki tebal 300 halaman. Buku itu ditulis oleh Nur Iskandar, seorang jurnalis senior dan penulis kondang di Kalbar.

Baca Juga :  Bupati Sekadau Rupinus Terima PGRI Award

“Saya jurnalis. Pengalaman meliput di berbagai provinsi. Saya kenal banyak kepala daerah tapi langka seperti Pak Sutarmidji,” kata Nur Iskandar mengawali pembicaraan tentang buku tersebut.

Nur Is—sapaan karibnya menilai, Sutarmidji bukan pemimpin biasa, tapi sangat luar biasa. Karena mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu memiliki banyak prestasi serta karir yang sangat moncer. Bahkan di tengah hantaman pandemi Covid-19, Sutarmidji menurutnya masih bisa tampil menjadi kepala daerah terbaik.

“Bersyukur saya mengenal, dan punya kesempatan menuliskan biografinya. Semoga siapa saja yang membacanya seolah berada sangat dekat dengan dirinya (Sutarmidji), tindak tanduknya, pikiran dan perasaannya,” terangnya.

Secara singkat, Nur Is menjelaskan, kalau buku biografi Sutarmidji itu berisi sejumlah bab. Mulai dari latar belakang keluarga, silsilah Sutarmidji yang majemuk. Di mana pada diri Sutarmidji ada darah Bugis, Cina, Jawa hingga India.

“Tapi beliau anak Indonesia Raya. Ada bagian masa kecil yang penuh emosi dan energi. Masa remaja yang berapi-api, serta masa dewasa yang panen prestasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Maknai Hari Pahlawan, Edi Minta ASN Berkinerja Profesional

Selain itu, Nur Is mengatakan, di dalam buku tersebut juga ada sisi lain Sutarmidji yang tak pernah diungkapkan. Semisal disebutkan dia, perilaku Sutarmidji dengan para ajudannya yang multi suku, multi daerah, dan multi agama.

“Bagian itu kisah paling lucu, dan mengocok perut pembaca, untold story. Jumlah halaman (buku) lebih kurang 300, agar enak dibaca tuntas. Tidak berat dibawa-bawa,” kata Nur Is.

Terkait proses penulisannya sendiri, Nur Is merasa cukup singkat. Yaitu sekitar tiga bulan, terhitung dari September hingga November 2023.

“Hanya masa pengamatannya yang lama. Yakni sejak saya mengenal beliau sebagai anggota DPRD tahun 1999, lalu menjadi wakil wali kota, wali kota dua periode, sampai menjadi Gubernur Kalbar,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, buku mengenai sosok Sutarmidji juga pernah diluncurkan pada Rabu 9 Agustus 2023 lalu di Pendopo Gubernur Kalbar, dengan judul “Kacamata Sutarmidji”. Kehadiran buku itu merupakan apresiasi dari masyarakat yang tergabung di dalam tim penulis untuk Sutarmidji yang kala itu akan mengakhiri masa jabatannya sebagai gubernur. (Jau)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment