Bimsalabim, Proyek Untan Miliaran Rupiah Dipecah-pecah: Jadilah Paket PL

Bimsalabim, Proyek Untan Miliaran Rupiah Dipecah-pecah: Jadilah Paket PL

KalbarOnline, Pontianak – Proyek pembangunan fisik dan nonfisik di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak sengaja dipecah-pecah diduga untuk menghindari proses lelang. Besaran proyek yang bernilai di atas Rp200 juta dipecah menjadi beberapa paket agar bisa dikerjakan dengan pengadaan langsung oleh perusahaan tertentu.

Berdasarkan penelusuran redaksi di laman lpse.untan.ac.id, sedikitnya terdapat lima proyek pekerjaan konstruksi yang diduga sengaja dipecah pada tahun anggaran 2020. Kelima proyek itu ialah renovasi ruang kelas theatre Fakultas Teknik senilai Rp400 juta, renovasi gedung UPT Bahasa senilai Rp400 juta, rehabilitasi ruang dekan FISIP senilai Rp400 juta, pemeliharaan ruang dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis senilai Rp400 juta, dan rehabilitasi gedung kantor kampus 1 FKIP senilai Rp400 juta.

Selain pemecahan proyek, di lingkungan Universitas Tanjungpura juga terdapat pembangunan yang dinilai mubazir. Salah satu contohnya ialah pembangunan dua monumen yang bentuknya hampir sama di depan Fakultas Teknik.

Baca Juga :  Rizky Pontiviana Jabat Ketua AIMI, Siap Kolaborasi Tangani Stunting di Kalbar

Urgensi pembangunan dua monumen yang bentuknya hampir sama itu patut dipertanyakan. Pembangunannya juga dianggap sebagai bentuk pemborosan anggaran.

Redaksi sudah meminta keterangan dari Rektor Untan Prof. Dr. Garuda Wiko menyoal dugaan proyek yang sengaja dipecah ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, pesan WhatsApp yang dikirim belum kunjung dijawab.

Lantaran belum mendapat jawaban dari Rektor, redaksi lantas mewawancarai Wakil Rektor II (Bidang Umum dan Keuangan) Universitas Tanjungpura Pontianak Dr. Jamaliah. Mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai hak untuk menjawab perihal proyek yang dipecah-pecah ini. Ia menyatakan, ihwal tersebut lebih baik ditanyakan langsung kepada Rektor Untan.

“Hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan di Untan, sebaiknya tanya ke rektor, saya tak berhak menjawab,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (22/8/2021).

Ketua Senat Universitas Tanjungpura Prof. Dr. Eng. Ismail Yusuf, saat dimintai pendapat mengarahkan redaksi untuk mencari jawaban itu ke pihak fakultas dan universitas. Ismail turut menyarankan agar redaksi membuka Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Untan. Dalam DIPA tersebut, kata dia, terdapat jenis pekerjaan yang seharusnya disatukan, tetapi malah dipecah-pecah.

Baca Juga :  Puluhan Karyawan Outsourcing PT PLN Adukan Nasibnya Yang Terkatung-katung ke DPRD

“Mohon maaf bisa langsung Anda cross check ke pihak fakultas atau Untan. Anda juga bisa melihat langsung di laman dipa dikti Untan. Dalam paket-paket tersebut, Anda akan melihat item-item pekerjaan yang sejenis, namun dipecah-pecah, misalnya pengecatan plafon ruang A (1 paket), pengecatan plafon ruang B (1 paket), dll.,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Ismail Yusuf turut berkomentar atas pembangunan dua monumen di depan Fakultas Teknik Untan. Menurut Ismail, alangkah lebih baik dana jutaan rupiah untuk membangun monumen itu digunakan untuk keperluan yang lebih urgen, seperti melengkapi peralatan laboratorium di fakultas tersebut.

“Secara kasat mata saja ada 2 tugu FT (Fakuktas Teknik) yang hampir sama di depan fakultas. Urgensinya apa, sedangkan laboratorium-laboratorium masih belum lengkap peralatannya,” kata Ismail.

Comment