Masyarakat Enggan Testing Covid-19 di karena Alasan Ekonomi

KalbarOnline.com – Pengecekan menjadi salah satu hal terpenting untuk mendeteksi penyebaran virus Covid-19. Sebab, deteksi dini menjadi faktor utama dalam menekan jalur laju penyebaran virus.

Namun, saat ini masih banyak masyarakat yang enggan untuk melakukannya. Tim Pakar Satgas Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku Turro Wongkaren mengungkapkan alasannya, salah satunya terkait dengan alasan ekonomi.

Sebagian asyarakat berpikir, apabila mereka positif maka dia tidak akan mendapatkan pemasukan pendapatan. Oleh sebab itu, mereka mengurungkan niatnya dalam melakukan testing Covid-19.

’’Dia takut kalau dites kemudian hasilnya positif, bisa jadi dia nggak boleh masuk kantor, ini khususnya untuk mereka yang di kalangan bawah sosial ekonominya, mereka jadinya nggak bisa dapat uang makan, atau mereka nggak bisa kerja, nanti kalau nggak kerja keluarga makan apa,’’ terang dia.

Baca Juga :  Jokowi: Semangat Kerjanya Jangan Sampai Kendor

Di sisi lain, kebingungan yang masih melanda masyarakat berkaitan dengan jenis testing, yakni rapid dan swab test. Kebingungan itu pun membuat masyarakat tidak mau dicek, karena informasi tidak jelas. ’’Itu yang membuat masyarakat kemudian jadi agak ragu-ragu gitu,’’ tambahnya.

Masalah terakhir adalah terkait dengan kenyamanan dan keamanan. Tentunya pada saat melakukan testing, masyarakat perlu datang ke fasilitas kesehatan, di waktu yang bersamaan itu pula mereka khawatir akan adanya penyebaran. ’’Kalau seseorang itu harus ke rumah sakit, kemudian ia harus antri lama, ditempat nunggunya itu, kemudian dia justru takut kena Covid di situ (rumah sakit),’’ tutup dia.

Baca Juga :  Libur Nataru, MPR Minta Masyarakat Terakpan Protokol Kesehatan 3M

Oleh karenanya, untuk meminimalisir penularan maka masyarakat perlu menjalankan kewajiban penerapan protokol kesehatan 3M di lingkungan sekitarnya, seperti wajib memakai masker, wajib mencuci tangan serta wajib menjaga jarak. (*)

Saksikan video menarik berikut ini:

Comment