Beroperasinya KMP Ferry, DPRD Dukung Peningkatan Kapasitas Jalan

KalbarOnline, Kubu Raya – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Suharso mengatakan, peluncuran penyeberangan Teluk Malike-Jangkang II akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya yakin dengan hadirnya lintasan penyeberangan ini maka aktivitas ekonomi masyarakat bisa lebih cepat meningkat karena memudahkan distribusi hasil pertanian, barang, dan lainnya ke daerah lain,” sebutnya, Kamis (7/11/2019).

Suharso juga berharap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mendukung menindaklanjuti operasional penyeberangan dengan pembangunan akses jalan yang lebih memadai. Saat ini, kata dia, ruas jalan dari Pinang Dalam ke Teluk Malike sekitar 40 persen berkondisi masih baik, 30 persen kondisi sedang, dan sisanya kondisi rusak.

“Saya rasa bisalah secara bertahap diupayakan untuk peningkatan infrastruktur jalannya,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya Odang Prasetyo mengatakan dermaga penyeberangan sesungguhnya telah ada sejak sekitar tiga tahun lalu.

“Peresmian peluncuran ini merupakan hal yang sudah sangat lama ditunggu oleh masyarakat. Karena apa? Bangunan fisik sudah lama sejak sekitar tiga tahun lalu. Tentu sayang kalau tidak segera dioperasionalkan. Sedangkan di sisi lain masyarakat sangat membutuhkan. Alhamdulillah Bupati merespons sangat luar biasa di mana aspirasi masyarakat ditanggapi dengan sangat baik,” tuturnya.

Odang menyebut peresmian operasional Ferry Teluk Malike-Jangkang II sangat penting dan strategis. Karena menjadi turunan dari program Presiden Joko Widodo dalam salah satu poin nawacita, yakni membangun dari pinggiran. Peluncuran ferry penyeberangan, lanjut Odang, juga sesuai visi dan misi pemerintah daerah terkait upaya menumbuhkembangkan wilayah-wilayah terpencil dan terisolasi demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Kita ketahui bahwasanya sebagian besar wilayah Kubu Raya adalah perairan. Karena itu dengan launching ini kita berharap mobilitas transportasi dari Kecamatan Kubu ke Kabupaten Kubu Raya sampai nanti pada Kecamatan Batu Ampar dan seterusnya bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Odang mengungkapkan, operasional ferry penyeberangan disambut antusias masyarakat. Pasalnya masyarakat setempat punya potensi pertanian yang luar biasa. Yang akibat kondisi transportasi yang tidak baik, hasil tersebut tidak dinikmati secara optimal.

“Karena itu, dengan lancarnya transportasi ini insya Allah akan bisa menambah potensi pendapatan masyarakat itu sendiri,” ucapnya.

Odang menyebut beroperasinya ferry penyeberangan membuat sejarah tersendiri. Di mana untuk kali pertama ada kendaraan roda empat yang masuk ibu kota Kecamatan Kubu. Menurut dia, operasional ferry penyeberangan menjadi pemicu dan daya dongkrak untuk beberapa titik ruas lainnya. Ia mengungkapkan masterplan pembangunan Kubu Raya ke depan salah satunya membangun titik-titik dermaga lainnya. Termasuk dari Jangkang 1 ke Sungai bulan.

“Ini akan kita kaji. Setelah dari Sukalanting ke Terentang, kemudian Kubu-Padang Tikar. Ini bagian dari grand design pembangunan transportasi sungai yang bisa menghubungkan dari Batu Ampar kemudian ke Kayong Utara sampai kepada ibu kota Kubu Raya di Sungai Raya,” terangnya.

Terkait armada ferry yang beroperasi, Odang menyebut pihaknya akan terus memantau. Jika frekuensi menumpang meningkat, akan diusulkan untuk penambahan armada ferry. Saat ini baru satu ferry yang beroperasi.

“Kalau frekuensi penumpang luar biasa, nanti akan kita usulkan kembali untuk penambahan. Kami pun dengan instansi terkait terus melakukan evaluasi. Jadi apa yang masih kurang akan kita perbaiki sarana prasarananya,” paparnya.

Odang menambahkan, ferry beroperasi mulai pukul 06.00 wib sampai 17.00 wib dengan tarif Rp 2.500 roda dua dan Rp 10.000 roda empat. (ian)

Tinggalkan Komentar