Bupati Jarot Hadiri Pertemuan Bersama Delegasi India Bahas Persoalan Sawit Mandiri

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Foto Bersama Usai Menghadiri Pertemuan Bersama Delegasi India (Foto: */Sg)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Foto Bersama Usai Menghadiri Pertemuan Bersama Delegasi India (Foto: */Sg)

KalbarOnline, Sintang – India merupakan salah satu konsumen kelapa sawit terbesar di dunia, maka dari itu Indian Palm Oil Delegation berkunjung ke Kabupaten Sintang untuk mempelajari bagaimana produsen mengolah kelapa sawit menjadi yang terbaik, kegiatan pertemuan dengan delegasi dari India ini difasilitasi oleh CU Keling Kumang bersama Solidaridad yang dihadiri langsung oleh Bupati Sintang, bertempat di Aula CU Keling Kumang Sintang, Jalan Y.C. Oevang Oeray Sintang, Rabu siang (18/7/2018).

Dalam lawatan delegasi India ke Kabupaten Sintang tersebut dipimpin langsung oleh Mr. Atul Chaturvedi yang merupakan CEO South and South East Asia Adani Wilmar, dihadiri juga President Godrej Industries, Manajer Direktur Data Oils, Solidaridad Jakarta, dan para peserta tamu undangan yang terdiri dari para petani sawit.

Dalam sambutannya, Bupati Sintang, Jarot Winarno dihadapan delegasi India dan para petani yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa Indonesia merupakan produsen terbesar kelapa sawit dan India merupakan konsumen terbesar di dunia.

“Jadi rantai pasokan kelapa sawit di Indonesia itu sangatlah banyak, 58% sawit di produksi dari perusahaan, dan 42% dikelola oleh para petani sawit mandiri, tentunya ini angka yang sangat besar, sehingga Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar,” kata Jarot.

Dengan dikatakan Indonesia produsen sawit terbesar, sambung Jarot, maka yang dilakukan petani adalah menjadi petani sawit yang mandiri.

“Menjadi petani sawit dia harus lestari, kemudian menjadi sawit yang suistainable, memiliki program sawit berkelanjutan, sehingga produk sawit yang dihasilkan dapat menjadi sawit yang berkelanjutan,” sambungnya.

Selain itu, tambah Jarot, bahwa dalam bercocok tanam sawit yang baik itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

“Pertama, tanahnya tidak mengganggu lahan yang memiliki nilai konservasi tinggi, kawasan hutan tidak boleh dibuka untuk sawit, serta kawasan tangkapan air. Kedua, membuka lahan tidak boleh tebang dan bakar, ketiga gunakanlah bibit yang baik dan pupuk yang ramah lingkungan seperti pestisida, agar semuanya mendapatkan produktifitas sawit yang baik,” tuturnya.

Menurut Bupati Jarot bahwa di dunia saat ini sawit hanya mampu menghasilkan 3 hingga 4 ton perbulan sedangkan targetnya harus menghasilkan 6 hingga 8 ton perbulan.

“Dengan program sawit lestari kita ingin menjadi produktifitas, pada akhirnya kita akan ikut berkontribusi dalam dunia persawitan, dan pembeli dari India datang mereka ingin membeli produk sawit yang terbaik, dan para petani inilah telah menunjukkan hasilnya,” ungkapnya.

Sementara, Delegasi India, Mr. Atul Chaturvedi melalui translaternya mengungkapkan bahwa tujuan Indian Palm Oil Delegation berkunjung ke Kabupaten Sintang untuk mempelajari cara mengembangkan para petani sawit.

“Alasan saya disini hari ini datang untuk mempelajari bagaimana secara khusus Keling Kumang membangun koperasi dan mengembangkan usaha para petani di bidang sawit, dan produsen sawit yang terbaik di tingkat yang lebih tinggi, kami sangat bangga karena petani disini sangat diprioritaskan, tetapi yang paling penting adalah negara tidak akan berkembang kalau petaninya tidak bisa maju,” kata Mr. Atul Chaturvedi.

Country Manager Solidaridad Indonesia, Kulbir Mehta menjelaskan visi daripada solidaridad tentang keberpihakannya dengan para petani sawit.

“Kami solidaridad membawa program pendampingan untuk para petani dengan tujuan agar memperbaiki kehidupan para petani, kemudian kami juga mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga lingkungan, selain itu juga kami mendampingi mitra kerja dalam menjalankan tugas program kami di daerah agar lebih baik lagi,” kata Kulbir.

“Hari ini kita berkumpul dalam upaya menginginkan perubahan yang lebih baik dalam mendukung petani sawit mandiri, kita harus menyediakan akses terhadap pasar yang lebih luas, kehadian para delegasi India ini merupakan bagian dari proses perubahan itu, kita semua berharap di masa yang akan datang kita bisa bekerjasama dengan seluruh pihak mulai dari petani, lembaga pendamping, pemerintah dan pihak swasta yang dapat memberikan akses dan peranan yang lebih besar dan luas,” tandas Kulbir. (*/Sg)

Tinggalkan Komentar