Jika Terpilih Gubernur, Sutarmidji Yakin IPM di Kalbar Akan Naik Signifikan, Apa Alasannya?

Midji-Norsan (Foto: Ist)
Midji-Norsan (Foto: Ist)

Selama memimpin Pontianak, IPM berada di atas rata – rata nasional

Sutarmidji: Pontianak sudah bicara indeks kebahagiaan penduduk

KalbarOnline, Pontianak – Sektor pembangunan manusia masih menjadi problem utama di Kalimantan Barat.

Indeks pembangunan manusia (IPM), dari 34 provinsi, Kalbar menempati urutan ke 29.

“Jadi wajar hanya begini – begini saja. Rata – rata pendidikan di Kalbar baru 7,2 tahun, bagaimana mau mengundang investor kesini?, karena begitu mereka investasi sekalipun puluhan triliyun untuk pabrik mereka, tetapi tidak ada sdm yang sesuai untuk pencapaian produksi, maka mereka tidak akan mau masuk,” tutur Sutarmidji.

Selain itu, apabila dirinya bersama Ria Norsan terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, akan mendongkrak IPM di Kalbar naik ke urutan 20 besar, dengan menerapkan metodeologi yang benar.

“Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan jika metodologinya benar. Seluruh tata kelola terbaik pemerintahan semua ada di Pontianak. Saya yakin bersama Ria Norsan dan partai koalisi membuat Kalbar menjadi yang baru, maju, dan sejahtera,” tekadnya.

Sebab, menurut Midji, saat ini pembangunan sumber manusia sangat diperlukan. Mengenai IPM di Kota Pontianak, saat ini sudah berada di atas rata-rata nasional. Berangkat dari hal itu, dirinya meyakini apabila diberikan amanah untuk memimpin Kalbar bersama Ria Norsan, ia targetkan IPM di Kalbar akan naik dengan signifikan.

“Pontianak saat ini sudah membicarakan bagaimana meningkatkan indeks kebahagiaan penduduk,” tegasnya.

Mengenai sektor pendidikan, Sutarmidji akan memanfaatkan teknologi infromasi, untuk percepatan pendidikan.

“Jadi tidak harus membangun ribuan ruang kelas baru, kita perkuat internet – internet di kawasan – kawasan yang masih lemah, kita jangkau semua sistem di daerah Kalbar bahkan sampai pelosok. Pendidikan akan kita pantau dengan memusatkan pendidikan di satu daerah, kemudian akan kita pantau jarak jauh. Selain itu, proses belajar mengajar dapat efesien dan berjalan lancar, tandasnya. (Fai)

Tinggalkan Komentar