Bagaimana Standar Porsi Makan Bagi Penyandang Diabetes?

KalbarOnline, Pontianak – Penyakit kencing manis atau yang lebih dikenal sebagai diabetes melitus merupakan penyakit yang erat kaitannya dengan asupan makan yang berlebihan, seperti karbohidrat, gula dan lemak.

Oleh karena itu, penting bagi penyandang diabetes untuk menerapkan standar porsi makan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Edukator Diabetes, Daryati saat menyampaikan edukasi tentang Standar Porsi Makan Bagi Penyandang Diabetes kepada 17 pasien dan pengunjung di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Jumat (03/05/2024).

“Standar porsi makan bagi penyandang diabetes mencakup rincian jenis dan jumlah bahan makanan dalam setiap hidangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien, termasuk kandungan energi, karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin dan serat,” jelasnya.

Baca Juga :  Daftar di Demokrat, Sutarmidji: Membangun Kalbar Harus Bersatu

Menurutnya, penerapan standar porsi makan bagi penyandang diabetes harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan program pengobatan secara keseluruhan.

“Ada delapan jenis standar porsi makan bagi penyandang diabetes berdasarkan kandungan energinya, yaitu diet 1100, 1300, 1500, 1700, 1900, 2300 dan 2500 kalori,” ungkap Daryati.

“Namun ada cara mudah untuk menentukan jumlah porsi makan bagi penyandang diabetes, yaitu dengan menggunakan konsep piring makan model T,” tambahnya.

Konsep piring makan model T melibatkan pembagian piring menjadi tiga bagian, yakni bagian atas untuk sayuran, bagian kanan untuk karbohidrat dan bagian kiri untuk lauk pauk. Caranya, siapkan piring makan berukuran sekitar 22 – 23 cm, kemudian isi setengah bagian piring dengan sayuran seperti timun, brokoli, bayam, gambas, selada, wortel, labu siam, tomat dan buncis.

Baca Juga :  Panduan Ngemil Sehat untuk Penderita Diabetes

Kemudian, lanjut dia, isi seperempat bagian piring dengan protein tanpa lemak seperti ayam, ikan, telur, tahu, tempe, atau kacang-kacangan.

Terakhir, isi seperempat bagian piring dengan sumber karbohidrat seperti nasi, jagung, kentang, singkong, ubi rambat atau roti gandum.

“Keakuratan standar porsi makan dalam setiap hidangan bagi penyandang diabetes dapat membantu mengendalikan berat badan, mendukung upaya pengelolaan penyakit diabetes, serta menjaga kadar gula darah tetap terkendali, sehingga penyandang diabetes dapat meraih kualitas hidup yang lebih baik,” pungkasnya. (Jau)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment