Sudiansyah Bersyukur Keluarga Kecilnya Dikunjungi Pj Gubernur Harisson

KalbarOnline, Sanggau – Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar, Harisson didampingi Pj Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalbar, Windy Prihastari memulai rangkaian agenda kunjungan kerja (kunker) ke wilayah timur Kalbar di Kabupaten Sanggau, pada Minggu (03/02/2024).

Di daerah yang berjuluk Bumi Daranante tersebut, keduanya langsung turun menyambangi keluarga-keluarga yang memiliki anak stunting di Kelurahan Tanjung Seyakam, Kecamatan Kapuas.

Dalam kunjungan itu, Harisson melakukan komunikasi langsung dengan para keluarga yang memiliki anak stunting. Pj Gubernur Harisson bertanya kepada ibu-ibu perihal makanan yang diberikan ke anak mereka. Harisson mengingatkan ibu-ibu untuk terus memperhatikan gizi anak-anak.

“Pertumbuhan otak anak harus dipacu dengan makanan yang bergizi cukup, anak-anak kita harus dipersiapkan dengan serius,” katanya.

Pj Gubernur Harisson pun memanggil camat dan lurah di wilayah tersebut untuk bertanya langsung perihal penanganan stunting di wilayah mereka. Harisson menekankan pentingnya keterlibatan semua stakeholder dalam upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Kalimantan Barat.

“Termasuk sampai pada tingkat camat, hingga lurah, dan kepala desa yang juga harus menunjukkan keseriusan mereka dalam upaya nyata menekan angka stunting di Kalbar,” jelasnya.

Maka dari itu, Harisson turut meminta kepada camat hingga lurah dan kepala desa, agar mengetahui intervensi apa yang harus dan sedang dilakukan dalam menangani stunting di wilayah kerja masing-masing.

“Jadi para camat, lurah dan kepala desa harus berkoordinasi dengan puskesmas, puskesdes, maupun puskesmas pembantu terkait penanganan stunting ini di wilayah masing-masing,” ucap Harisson.

Harisson menekankan lagi, para lurah dan camat harus hafal anak-anak yang mengalami stunting di wilayah mereka masing-masing. Dengan demikian, maka akan mudah dalam melakukan intervensi terhadap anak-anak stunting di setiap kelurahan dan kecamatan.

Baca Juga :  Perbedaan Postpartum Depression dan Baby Blues

Dirinya pun menyebut, para camat dan lurah juga harus memaksimalkan upaya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengentaskan stunting di wilayah mereka. Sehingga upaya untuk mencapai target penurunan stunting secara nasional bisa semakin maksimal.

“Para camat dan lurah harus memastikan ada langkah nyata intervensi yang dilakukan terhadap anak stunting,” tegasnya.

Harisson menyebut urgensi percepatan penurunan stunting di Indonesia—sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo—yakni untuk mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045, dan hal itu harus dimulai dari sekarang dengan memenuhi gizi anak sejak balita.

“Dua puluh sampai tiga puluh tahun ke depan, anak-anak kita harus mencapai top management level di dunia kerja. Tidak ada lagi buruh kasar,” jelasnya.

Harisson berharap, adanya upaya serius dari berbagai pihak dalam percepatan penurunan stunting. Lantaran stunting akan berdampak pada kemampuan kognitif anak-anak yang berkurang.

Lalu akibat stunting kemampuan anak untuk berpikir lebih komplek dan mengembangkan nalarnya dalam memecahkan masalah akan lebih rendah. Sehingga nanti hal tersebut akan menghambat mereka pada saat menyerap ilmu pengetahuan di sekolah.

Maka stunting harus dicegah sejak dini mulai dari remaja putri pra konsepsi, konsepsi, ibu hamil, ibu menyusui dan kemudian sampai anak berumur dua tahun.

“Sekarang saatnya kita turun langsung ke ibu-ibu untuk memberikan edukasi gizi yang baik,” ujar Harisson.

Ditekankan Harisson, dalam penanganan stunting, tidak hanya sekadar berakhir di omongan belaka atau lip service. Misalnya usai dirinya turun langsung ke posyandu-posyandu lantas setelah itu tidak ada tindak lanjut lagi dari pemerintah kabupaten kota.

Baca Juga :  Upaya Kendalikan Inflasi di Singkawang, Harisson Serahkan Ratusan Paket Bansos dari Pusat dan Daerah

Menurutnya pasca ia turun ke posyandu harus dibarengi upaya lanjutan dengan berbagai program yang harus dilakukan dalam menurunkan stunting. Terutama dalam memasifkan edukasi gizi yang tepat dengan menyasar langsung para ibu-ibu.

“Penanganan stunting kita harus benar-benar melakukan aksi nyata tidak hanya sekadar lip service,” kata Harisson.

Sudiansyah, ayah seorang anak stunting yang dikunjungi Pj Gubernur Harisson mengatakan, bahwa anaknya kini telah mengalami perkembangan yang jauh lebih baik.

“Sebelumnya ada dikunjungi oleh ahli gizi dari Pemerintah Kabupaten Sanggau, katanya ada perkembangan. Sebelumnya memang agak lambat pertumbuhannya. Karena memang susah makan dan sering sakit seperti batuk dan flu,” kata Sudiansyah.

Melihat pertumbuhan anaknya sedikit lambat, Sudiansyah pun rutin memeriksakan anaknya ke posyandu, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.

“Kemudian dianjurkan oleh pihak puskesmas setempat untuk diberi vitamin nafsu makan. Alhamdulillah ada perkembangan. Sekarang memang jauh lebih baiklah. Nafsu makan membaik, makannya sudah sesuai pola makan pencegahan stunting,” kata Sudiansyah.

Dirinya pun bersyukur didatangi Pj Gubernur Harisson dan rombongan. Dia tak menyangka orang nomor satu di Pemprov Kalbar itu mengunjungi keluarga kecil mereka.

Alhamdulillah, kita terima kasih dikunjungi Pak Gubernur. Bagi kami ini rezeki, karena tidak semua orang bisa dapat,” pungkas Sudiansyah yang kala itu didampingi istrinya, Noni. (Jau)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment