Temukan Fakta Banyak Warga Kalteng Sering Belanja Beras di Melawi, Harisson: Salah Satu Faktor Kenaikan Harga

KalbarOnline, Melawi – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengunjungi Pasar Tradisional Markasan di Kabupaten Melawi, Sabtu (14/10) pagi.

Di lokasi yang sama juga digelar operasi pasar murah oleh Bulog dalam rangka pengendalian inflasi di Kabupaten Melawi.

Dalam kunjungan tersebut, Harisson yang turut didampingi Bupati Melawi Dadi Sunarya Usfa Yursa masuk ke pasar untuk mengecek harga komoditas pangan.

Harisson berbincang dengan para pedagang, untuk mengetahui secara pasti kondisi perekonomian di pasar tradisional tersebut. Mulai dari pasar kering, hingga basah, lapak, dan rumah toko (ruko) pedagang disambangi satu per satu.

Menurut Harisson di Melawi sendiri salah satu komoditas yang patut menjadi perhatian karena sering mengalami kenaikan harga adalah beras.

“Harga beras di Melawi ini mengalami kenaikan. Untuk itu kita laksanakan operasi pasar. Bulog itu setiap bulan dua kali melaksanakan operasi pasar. Pemprov juga akan gelar gerakan pangan murah untuk mengendalikan harga beras,” katanya.

Menurut Harisson, pasokan beras di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Tengah (Kalteng) itu harus terus dijaga. Sebab Harisson menemukan salah satu fakta penyebab harga beras di Melawi sering mengalami kenaikan.

Hal ini lantaran warga Kalteng yang tinggal di wilayah perbatasan cukup banyak lebih memilih berbelanja di Nanga Pinoh, karena jaraknya yang lebih dekat.

Baca Juga :  BKD Kalbar Pastikan Kesiapan Tes SKD Termasuk untuk Peserta yang Positif Covid

“Ternyata kita juga menjadi pemasok untuk Kalteng, jadi masyarakat di Kalteng itu lewat jalur PT Erna, mereka belanja berasnya itu juga di Melawi. Jadi kalau permintaan besar, harga di Melawi ini berasnya akan naik. Ini salah satu permasalahan juga,” paparnya.

Jadi menurutnya, selain transportasi yang jauh sehingga membuat harga beras mahal, kebutuhan sebagian warga Kalteng juga bergantung dengan stok beras di sana. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor harga beras di Melawi kerap mengalami kenaikan.

“Ternyata tadi salah satu masalahnya di samping transportasi, Melawi juga menyuplai untuk masyarakat Kalteng, apalagi sekarang akses jalan daratnya terbuka dengan baik,” kata Harisson.

Terutama pada saat awal bulan, di mana banyak masyarakat Kalteng di wilayah perbatasan berbelanja kebutuhan pokok ke pasar-pasar di Melawi

“Ini menyebabkan tingginya permintaan bahan pokok di Melawi yang menyebabkan naiknya harga,” pungkas Harisson.

Sementara operasi pasar murah yang dilaksanakan oleh Bulog di sana, menyediakan beras premium kemasan 10 kilogram seharga Rp140 ribu, dan beras medium SPHP kemasan lima kilogram seharga Rp56 ribu. Selain itu juga ada minyak goreng yang dijual Rp16.500 per liter, serta gula pasir seharga Rp14.500 per kilogram. Jumlah yang disediakan untuk beras SPHP ada sebanyak 10 ton, beras premium sebanyak 500 kilogram, lalu gula pasir sebanyak 200 kilogram, dan minyak goreng sebanyak 200 liter. Untuk pembelian, beras SPHP, satu orang dibatasi maksimal hanya dua karung, beras premium satu orang satu karung, sedangkan minyak goreng dan gula pasir, satu orang masing-masing dibatasi membeli satu paket.

Baca Juga :  Fourtwnty Pecahkan Collabonation Tour Pontianak di Rumah Radakng

Usai dari pasar, Pj Gubernur dan rombongan kemudian berkunjung ke Posyandu Cempaka, Desa Sido Mulya, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.

Di sana, Pj Gubernur Kalbar Harisson, dan Ketua TP-PKK Kalbar Windy Prihastari menyaksikan pemberian makanan tambahan untuk anak, serta penyuluhan gizi, dan penyerahan bingkisan. Sebagai upaya penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten Melawi, dan di Kalbar secara umum.

Selain Bupati Melawi, turut pula mendampingi Pj Gubernur, ada Direktur Utama (Dirut) Bank Kalbar Rokidi, Kabinda Kalbar Brigjen Pol Rudy Tranggono, para kepala perangkat daerah, dan pimpinan BUMD di lingkungan Pemprov Kalbar.

Comment