Sayang, Debut Pahlawan Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior Tertunda

KalbarOnline.com-Laga debut pada ajang senior bagi tunggal putri nasional Putri Kusuma Wardani dipastikan tertunda.

Putri KW, panggilan akrabnya, awalnya akan diberangkatkan ke dua turnamen level Super 300 yakni Swiss Open 2020 dan German Open 2020. Tetapi hari ini (5/2), keberangkatan Putri KW dibatalkan.

PP PBSI beralasan bahwa posisi Putri KW terlalu jauh untuk mendapat kesempatan bertanding pada dua turnamen tersebut. “Untuk Putri KW, daftar tunggunya terlalu jauh,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky dikutip dari situs resmi PP PBSI.

Putri KW memang belum naik ke level senior setelah berlaga pada Kejuaraan Dunia Junior 2019. Di turnamen itu, Putri KW menjadi salah seorang pahlawan yang mengantarkan Indonesia menjadi juara dunia beregu junior untuk kali pertama dalam sejarah.

Pada 2020, Putri KW yang masih berusia 18 tahun, memperkuat Indonesia pada ajang Badminton Asia Team Championships di Manila.

Tetapi, saat itu, Indonesia sudah tumbang di perempat final. Merah Putih dikalahkan Jepang dengan skor 0-3. Putri KW hanya bermain sekali pada kejuaraan itu. Yakni saat menghadapi pemain Filipina Sarah Joy Barredo pada laga penyisihan grup.

Saat itu, Putri KW menang dalam dua game dengan skor 21-19, 21-14.

Baca Juga :  Kalah di Game 1 Lawan No 1 Singapura, Jonatan Christie Berikan Alasan

Selain Putri KW, dua pemain tunggal putra juga tidak berangkat ke Swiss Open dan German Open. Mereka adalah pemain nomor tujuh dunia Jonatan Christie dan pemain nomor 79 dunia Chico Aura Dwi Wardoyo.

Rionny mengatakan bahwa Jonatan tidak diberangkatkan karena performanya yang buruk pada turnamen pembuka 2021 yakni Yonex Thailand Open dan Toyota Thailand Open.

Di Yonex Thailand Open, peraih emas Asian Games 2018 tersebut terhenti di babak perempat final. Sedangkan di Toyota Thailand Terbuka, Jonatan lebih buruk lagi. Dia sudah tumbang pada babak pertama.

Sementara itu, alasan penarikan Chico sama persis dengan Putri KW. Daftar tunggunya terlalu jauh. “Chico berada pada urutan 17, sementara Putri KW urutan 40-an,” kata Rionny.

“Kami tidak mau ambil risiko kalau mereka berangkat dan tidak mendapat kesempatan bertanding, sayang waktunya. Lebih baik mereka berlatih dulu di sini, mempersiapkan dirinya untuk turnamen berikutnya,” tambah Rionny.

Biasanya, pada kondisi normal, terdapat babak kualifikasi pada turnamen level Super 300. Namun di tengah pandemi Covid-19, babak kualifikasi tersebut ditiadakan.

Tidak bermainnya Putri KW di Swiss dan Jerman memang disayangkan. Sebab, Putri KW sejatinya bisa menjadi harapan di tengah stagnannya performa tunggal putri Indonesia.

Baca Juga :  Bupati Kapuas Hulu Buka Porseni Tingkat SD dan SMP se-Kecamatan Silat Hilir

Pada dua turnamen pembuka 2021, Yonex Thailand Open 2020 dan Toyota Thailand Open 2020, tunggal putri Indonesia konsisten gugur pada babak-babak awal.

Di dua ajang itu, Indonesia mengirimkan Gregoria Mariska Tunjung dan Ruselli Hartawan. Pada Thailand Open I, Gregoria dan Ruselli kompak tumbang pada babak pertama.

Gregoria dihentikan pemain Korea Selatan Sung Ji-hyun dalam tiga game dengan skor 21-15, 15-21, dan 14-21. Sedangkan Ruselli kalah dari pemain Thailand Supanida Katethong dalam dua game langsung, 14-21 dan 16-21.

Baca Juga:
Wawancara Herry IP, Terkait Performa Ganda Putra Indonesia di Thailand
Juara Dunia Junior Indonesia, Catat Loncatan Ranking Dunia Fantastis

Di Thailand Open II, Gregoria mengalami peningkatan. Dia berhasil lolos ke babak kedua. Setelah menghancurkan pemain Thailand Sirada Roongpiboonsopit dalam dua game telak 21-9 dan 21-8, Gregoria harus langsung berhadapan dengan pemain nomor satu dunia Tai Tzu-ying.

Sempat memberikan perlawanan yang solid pada game pertama, Gregoria akhirnya tumbang dengan skor 20-22, 16-21. Pada Swiss Open dan German Open, tunggal putri Indonesia akhirnya hanya akan diwakili oleh Gregoria dan Ruselli.

Comment