RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Gelar Penyuluhan tentang Diare

KalbarOnline, Pontianak – Diare atau mencret adalah suatu kondisi di mana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali sehari atau lebih) dalam satu hari.

Hal tersebut diungkap Nailah Arih Fadhilah ketika memberikan penyuluhan tentang diare pada anak kepada 20 pasien dan pengunjung di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Kamis (14/12/2023).

“Penyebab diare biasanya merupakan gejala adanya infeksi pada saluran usus yang dapat disebabkan oleh berbagai organisme bakteri, virus, parasit,” ujar Nailah.

“Perilaku yang menyebabkan diare diantaranya sanitasi atau kebersihan diri yang buruk, makan makanan yang dihinggapi lalat, minum air mentah, air yang terkontaminasi tinja manusia atau hewan misalnya dari limbah, tangki septik dan jamban serta malnutrisi,” jelasnya lagi.

Baca Juga :  Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dimakan oleh Ibu Hamil saat Diare

Nailah menambahkan, gejala diare yang biasanya dialami adalah perut terasa mulas, tinja encer atau bahkan berdarah, mengalami dehidrasi, pusing, lemas, kulit kering dan suhu tubuh meningkat.

“Perlu diingat, kehilangan cairan berlebihan dapat menyebabkan penurunan kesadaran yang mengakibatkan kematian untuk itu perlu menjadi perhatian tanda-tanda dehidrasi (kekurangan cairan) yang dialami anak seperti kesadaran menurun, mata cekung, tidak bisa minum atau malas minum, cubitan kulit perut kembalinya sangat lambat, tidak lagi buang air kecil,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, prinsip utama dalam pengobatan diare adalah mengganti cairan yang keluar. Oleh karena itu, berikan larutan oralit atau larutan gula garam, cairan dari bahan makanan seperti sup, sari buah segar, dan apabila anak berusia kurang dari 6 bulan dan masih diberi ASI teruskan pemberian ASI.

Baca Juga :  Tim Visitasi Nilai Baik Pelayanan KIA RSUD SSMA Pontianak

“Segera bawa anak ke dokter/puskesmas, jika salah satu tanda bahaya ini ditemui pada bayi atau anak yaitu anak terlihat sangat lemah, lebih sering tidur, demam, muntah berulang-ulang, sangat haus, tidak mau makan atau minum seperti biasanya, ada darah dalam tinja, diare makin sering atau belum membaik setelah 3 hari, dan dehidrasi,” pungkasnya. (Indri)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment