Categories: Kapuas HuluPolhum

Terkait DAU dari Pemerintah Pusat, Bupati Kapuas Hulu Dibuat Pusing

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan mengatakan, jika fokus kebijakan pembangunan di Kapuas Hulu tahun 2023 adalah infrastruktur. Dimana kebutuhan dasar masyarakat itu ditopang melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

Namun sayangnya, dengan alokasi DAU yang juga terbatas dibanding dengan luasan wilayah Kapuas Hulu, tentu menjadi “PR” bagi pemerintah daerah untuk melakukan pemerataan. Belum lagi soal aturan pusat yang kerap berlangsung dinamis.

Hal itu yang membuat orang nomor satu di Tanah Uncak Kapuas itu harus berpikir keras, terus mencari solusi, bagaimana agar sektor-sektor lain jangan sampai terabaikan.

“Dengan dari anggaran DAU tentu mampu terfokus pada pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan. Anggaran DAU itu tidak berimbang dengan luas wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, ditambah lagi regulasi berubah-ubah dari pemerintah pusat, makanya saya sebagai bupati pusing,” ungkapnya.

Hal itu disampaikan Bupati Fransiskus kepada wartawan di Gedung DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (14/11/2022).

Menurut pria yang karib disapa Bang Sis itu, bukan hanya dirinya saja selaku Bupati Kapuas Hulu yang pusing, namun juga bupati wali kota se-Kalbar juga dibuat pusing dengan kondisi tersebut.

“Bukan saya saja yang pusing dengan masalah aturan tentang DAU itu, tetapi semua bupati (kepala daerah) di Kalimantan Barat (atau) mungkin bupati di  seluruh Indonesia pusing juga dengan hal dana transfer DAU,” kata Bang Sis yang kala itu didampingi Ketua DPRD Kapuas Hulu, Kuswandi.

“Disatu sisi, kita Kabupaten Kapuas Hulu daerah berbatasan langsung dengan Malaysia, memerlukan pembangunan infrastruktur dan pembangunan lainnya yang memadai. Saya ambil contoh pembangunan Kantor Bupati Satu Atap ini tahun 2023 memerlukan anggaran  tambahan Rp 50 miliar, belum lagi bidang infrastruktur, kesehatan dan pendidikan,” paparnya.

Tak hanya itu, soal infrastruktur jalan, Manday – Embaloh Hilir misalnya, yang juga memerlukan anggaran puluhan miliar. Semenatra tidak mungkin pula DAU bakal meng-cover itu semua.

“Tidak bisa terealisasi sebanyak itu, hanya Rp 8 miliar dari DAU, bagaimana kita mau membangun Jalan Manday – Embaloh Hilir dengan dana Rp 8 miliar dan ini tidak sesuai dengan Rencana Kerja Awal (RKA) Kabupaten Kapuas Hulu. Persoalan ini akan kami bawa ke forum nantinya,” pungkas Bupati Sis. (Ishaq)

adminkalbaronline

Leave a Comment
Share
Published by
adminkalbaronline

Recent Posts

Taman Akcaya Pontianak: Destinasi Wisata Seru di Kalimantan Barat

KalbarOnline, Pontianak - Taman Akcaya Pontianak yang terletak di Jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Pontianak Kota…

2 hours ago

Menikmati Keindahan Taman Alun-Alun Kapuas di Pontianak

KalbarOnline, Pontianak - Taman Alun-Alun Kapuas adalah salah satu destinasi wisata populer di Kota Pontianak,…

2 hours ago

Menyusuri Sejarah di Tugu Digulis Pontianak, Kalimantan Barat

KalbarOnline, Pontianak - Pontianak sebagai ibu kota Kalimantan Barat memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.…

2 hours ago

Istana Kadriah, Pontianak: Menguak Sejarah dan Budaya Kesultanan Pontianak

KalbarOnline, Pontianak - Ingin menyelami sejarah dan kebudayaan Kesultanan Pontianak di masa lampau? Datanglah ke…

2 hours ago

KPU Perkenalkan “PAWAN”, Maskot Pilkada Ketapang 2024

KalbarOnline, Ketapang - Komisi Pemilu Umum (KPU) Kabupaten Ketapang melakukan peluncuran tahapan pemilihan kepala daerah…

3 hours ago

Polres Kubu Raya Gelar Reka Adegan Detik-detik Pembunuhan Fitri Amalia di Gang Limbung

KalbarOnline, Kubu Raya - Satuan Reserse Polres Kubu Raya menggelar rekonstruksi (reka ulang adegan) kasus…

4 hours ago