Midji Tak Terima Disebut Martinus Sudarno Tak Serius Tangani Banjir

Midji Tak Terima Disebut Martinus Sudarno Tak Serius Tangani Banjir

Gubernur: Tak objektif dan politis

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengaku tak terima dengan pernyataan Anggota DPRD Kalbar Martinus Sudarno yang mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi Kalbar dalam menangani banjir. Menurut Midji, kritik tersebut tak objektif dan terkesan politis.

Menurut Midji, dia bersama jajarannya sudah bekerja keras menyiapkan segala sesuatu kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir, mulai dari kebutuhan pangan, kesiapan dapur umum dan sebagainya.

“Saya itu koordinasi dengan kepala daerah satu hari mungkin bisa tiga kali sampai malam hari. Sampai saya omongkan begini ke Plh Bupati Sintang, saya tak mau dengar sembako tak ada, saya tak mau dengar kekurangan bahan untuk dapur umum. Saya tak mau dengar semuanya. Kalau kehabisan stok, segera kasih tahu kita,” katanya kepada sejumlah wartawan, Kamis, 11 November 2021.

“Tapi kan tak mungkin juga Pemprov siapkan stok, tapi juga menyalurkan semuanya. Artinya kan mengambil tugas Pemerintah Kabupaten. Sedangkan aturan kan sudah menetapkan apa saja tugas BPBD Provinsi, Dinsos dan sebagainya,” katanya lagi.

Kata Midji, Pemerintah Provinsi Kalbar telah menyalurkan bantuan pangan untuk daerah-daerah terdampak (banjir). Untuk Sintang, Pemprov menyalurkan sebanyak 100 ton beras. Untuk Kabupaten Melawi dan Sanggau masing-masing sebanyak 50 ton beras, dan Kabupaten Sekadau sebanyak 25 ton beras. Masing-masing Pemerintah Daerah tingkat II juga, kata Midji, memiliki beras cadangan pangan sebanyak 100 ton di Bulog.

Baca Juga :  Wali Kota Dorong Wisudawan WD Mengabdi ke Daerah Asal

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Kalbar juga menyiapkan tempat, dapur umum, menajga ketersediaan pangan, termasuk obat-obatan.

“Kalau kurang atau habis, kasih tahu kita. Tapi sampai hari ini Sintang itu baru menyalurkan 15 ton beras, artinya kan masih banyak stoknya. Ada juga yang bilang, beras bantuan sulit didapat atau tidak ada. Tidak ada bagaimana? Kemudian ada yang bilang beras di Melawi mahal dan sebagainya, padahal Melawi itu pasarnya sudah buka hari ini. Ada juga yang bilang, beras dan pangan diberikan, tapi mau masak pakai apa? Saya itu sudah minta Pertamina adakan operasi pasar door to door, sudah dilakukan,” katanya.

Midji menyatakan, kritik yang disampaikan itu terlalu politis. Menurutnya, isu politis yang dilancarkan kepada Pemerintah Provinsi Kalbar di tengah penderitaan masyarakat saat ini justru tak laku. Sehingga dia meminta semua pihak lebih baik bersama-sama berbuat untuk kepentingan rakyat.

“Yang ngomong ini kebanyakan ngambil nilai politisnya. Gak laku mainkan isu politis di dalam penderitaan masyarakat. Janganlah begitu. Lalu Dewan mempertanyakan keseriusan Pemda menangani banjir. Coba sampaikan kurang serius apa kita? Itu yang saya tak terima. Harusnya objektiflah menilai,” katanya.

Menurutnya, kritik tersebut justru melemahkan OPD yang telah berjibaku di lapangan.

Kan kasihan Dinas yang bekerja. Tiba-tiba ada komentar mempertanyakan keseriusan. Apalagi kurang serius. Hari ini kita sedang packing bantuan makanan di Pendopo. sudah 7000an paket. Kepala Dinas-nya turun, kurang serius apalagi?,” katanya.

Baca Juga :  Warga Curhat Terkait Infrastruktur Hingga Pendidikan, Ini Penegasan Midji – Norsan

“Mbok ya dihargai mereka. Kalau misalnya komentarnya minta percepatan distribusi pangan dan sebagainya atau perbanyak dapur umum, nah kan bagus begitu. Ini komentarnya justru mempertanyakan keseriusan Pemda menangani banjir. Kan tidak mungkin kita menangani banjir. Harus tunggu surut dulu. Memangnya air banjir itu bisa ditimba? Kalau ada yang bisa menimba atau memagong air banjir silakan saja,” katanya lagi.

Bahkan, kata Midji, pihaknya juga telah membentuk Satgas Penanganan Banjir baik untuk penanganan di masa banjir maupun pasca banjir. Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalbar juga telah diperintahkannya untuk berkantor sementara di Kabupaten Sintang dan Melawi. Hal ini dimaksudkan untuk menangani hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

“Lalu kurang serius apa lagi? Saya tadi malam telfon Pak Dandim, beliau bilang siap bantu distribusikan sembako yang kita kumpulkan di luar perusahaan sawit itu. Pak Pangdam akan menyiapkan kendaraan taktis TNI. Siap dipakai untuk distribusi bantuan. Koordinasi kita itu bahkan sudah sampai ke situ. Apa lagi yang kurang serius. Cuma yang kita tak bisa lakukan itu menimba air banjir. Itu saya angkat tangan. Kalau karena airnya tak ditimba atau tak bisa disurutkan, itu bukan wilayah saye tuh. Itu wilayah yang ngomong,” katanya.

Comment