Categories: HeadlinesPontianak

Kasus Covid-19 Melandai, Kalbar Menuju Herd Immunity?

KalbarOnline, Pontianak – Kasus baru Covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Kamis, 14 April 2022 menunjukkan angka yang lebih landai dibanding dua pekan terakhir.

Biasanya, angka kasus baru bertambah 80 sampai 100 lebih kasus sehari. Pada Kamis ini, hanya bertambah 19 kasus baru.

Jika dilihat pada 1 April 2022, angka kasus baru Covid-19 di Kalbar menunjukkan tanda-tanda melandai. Hanya 84 kasus sehari.

Seperti diketahui, pada Februari lalu, Kalbar mengalami tren peningkatan kasus.

Pada 24 Februari 2022, ada penambahan sebanyak 857 kasus konfirmasi positif Covid-19 dalam sehari. Penambahan kasus tersebut merupakan rekor terbanyak di Kalbar sepanjang pandemi terjadi.

Dari jumlah kasus sebanyak itu, Kota Pontianak menempati urutan pertama kasus terbanyak dengan total 392 kasus. Disusul Kubu Raya dengan 99 kasus, dan Mempawah 76 kasus.

Namun dengan seiring cakupan vaksinasi yang terus meningkat, angka kasus perlahan melandai.

Kabar baik lainnya, tingkat kesembuhan yang semakin bertambah. Secara total pada 14 April sudah 63.194 orang sembuh dari Covid-19.

Tak hanya itu, kabar baik lainnya secara keseluruhan daerah di Kalbar berada di zona kuning. Hal ini berdasarkan data kategori risiko kenaikan kasus kabupaten/kota di Kalbar yang dikeluarkan BLC Satgas Covid-19 Nasional pada 13 April 2022.

Kalbar Menuju Herd Immunity?

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Hary Agung Tjahyadi menyebut, sudah semakin banyak masyarakat Kalbar yang mendapat vaksinasi Covid-19.

Hal inipun jelas membedakan situasi antara gelombang kedua kasus Covid-19 di Kalbar dengan gelombang ketiga saat ini.

Menurut Hary Agung, dengan semakin banyak orang divaksin, maka berpengaruh pada angka risiko terpapar dan tingkat kematian.

Situasi saat inipun seperti menunjukkan tanda-tanda terbentuknya herd immunity di Kalbar.

“Tapi kalau kita lihat antara gelombang ketiga sekarang ini dengan gelombang kedua pada Agustus – September tahun lalu, jelas berbeda situasinya. Dengan jumlah yang divaksin pada tahun lalu dengan sekarang yang sudah lebih banyak, dari sisi risiko kesakitan dan kematian jauh lebih kecil dibandingkan dengan gelombang kedua,” kata Hary Agung, baru-baru ini.

“Ini menunjukkan bahwa memang linier antara orang yang divaksin akan tahan lebih kuat dibandingkan dengan yang tidak divaksin,” kata Hary Agung.

Kejar target cakupan Vaksinasi Covid-19

Cakupan vaksinasi Covid-19 di Kalbar saat ini kata Hary Agung terus menunjukkan tren yang baik. Vaksinasi dosis pertama sudah berada di angka hampir 87 persen. Sementara vaksinasi dosis kedua berada di angka 66 persen.

“Ini akan terus kita kejar. Target capaian vaksinasi dosis kedua. Secara total itu harus 70 persen, yang baru 70 persen itu hanya 4 kabupaten/kota. Secara agregat kita belum sampai 70 persen untuk vaksinasi kedua. Karena dengan tercapainya target, semakin banyak orang divaksin, herd immunity akan terbentuk,” kata Hary Agung.

Sementara cakupan vaksinasi booster di Kalbar baru mencapai angka 7,09 persen. Menurutnya masih rendahnya cakupan vaksinasi booster dikarenakan harus menunggu 3 bulan setelah menjalani vaksinasi dosis kedua.

“Ini tidak bisa dipaksakan karena ada waktunya kapan harus booster. Jadi orang berbondong-bondong vaksin itu bukan untuk mengejar booster, tapi memang sudah waktunya harus vaksin baik untuk dosis kedua maupun booster,” kata Hary Agung.

Dirinya pun tak menampik adanya kecenderungan orang yang menjalani vaksinasi booster dalam rangka hendak bepergian atau melakukan perjalanan.

Sementara untuk cakupan vaksinasi lansia dosis pertama sampai hari ini sudah hampir mencapai 60 persen.

“Mudah-mudahan beberapa hari lagi bisa tercapai 60 persen. Termasuk target vaksinasi dosis keduanya akan kita kejar,” kata Hary Agung.

Demikian halnya dengan cakupan vaksinasi anak 6-11 tahun. Dosis pertama sudah berada di angka 53 persen yang akan terus digenjot untuk mencapai 60 persen.

“Tapi pergerakan vaksinasi anak-anak ini lebih cepat dibandingkan lansia. Mudah-mudahan April ini baik lansia maupun anak-anak 6-11 tahun bisa sampai target. Bulan berikutnya kita upayakan target vaksinasi dosis keduanya tercapai,” pungkas Hary Agung.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, total kasus positif Covid-19 di Kalbar sampai dengan tanggal 14 April 2022 mencapai sebanyak 64.504 kasus. Adapun jumlah kasus aktif sebanyak 167 orang atau sebesar 0,25 persen, kasus sembuh mencapai 63.194 orang atau sebesar 97.96 persen, dan kasus meninggal sebanyak 1.143 orang atau sebesar 1,77 persen.

boskalbaronline

Leave a Comment
Share
Published by
boskalbaronline

Recent Posts

Taman Akcaya Pontianak: Destinasi Wisata Seru di Kalimantan Barat

KalbarOnline, Pontianak - Taman Akcaya Pontianak yang terletak di Jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Pontianak Kota…

1 hour ago

Menikmati Keindahan Taman Alun-Alun Kapuas di Pontianak

KalbarOnline, Pontianak - Taman Alun-Alun Kapuas adalah salah satu destinasi wisata populer di Kota Pontianak,…

1 hour ago

Menyusuri Sejarah di Tugu Digulis Pontianak, Kalimantan Barat

KalbarOnline, Pontianak - Pontianak sebagai ibu kota Kalimantan Barat memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.…

1 hour ago

Istana Kadriah, Pontianak: Menguak Sejarah dan Budaya Kesultanan Pontianak

KalbarOnline, Pontianak - Ingin menyelami sejarah dan kebudayaan Kesultanan Pontianak di masa lampau? Datanglah ke…

2 hours ago

KPU Perkenalkan “PAWAN”, Maskot Pilkada Ketapang 2024

KalbarOnline, Ketapang - Komisi Pemilu Umum (KPU) Kabupaten Ketapang melakukan peluncuran tahapan pemilihan kepala daerah…

2 hours ago

Polres Kubu Raya Gelar Reka Adegan Detik-detik Pembunuhan Fitri Amalia di Gang Limbung

KalbarOnline, Kubu Raya - Satuan Reserse Polres Kubu Raya menggelar rekonstruksi (reka ulang adegan) kasus…

4 hours ago