Categories: Sintang

Gelar Raker Bersama Disdikbud Tindaklanjuti Polemik GGD, Ini Yang Akan Diperjuangan Komisi C DPRD Sintang

KalbarOnline, Sintang – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sintang menggelar rapat kerja (raker) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang bersama BKD Kabupaten Sintang dan stakeholder terkait di ruang rapat Komisi C DPRD Sintang, belum lama ini.

Rapat tersebut dalam rangka menindaklanjuti permasalahan yang disampaikan massa yang mengatas namakan Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Kabupaten Sintang yang telah beraudiensi terkait Guru Garis Depan (GGD) beberapa hari lalu.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Heri Maturida mengatakan bahwa pada rapat tersebut dibahas mengenai tindak lanjut yang dilakukan legislatif dan eksekutif terkait permasalahan penolakan GGD tersebut.

Adapun hasil yang didapatkan, pihaknya akan menyikapi keinginan daripada massa yang beraudiensi kemarin agar pihaknya segera melakukan audiensi ke tingkat provinsi yang kemudahan akan dilanjutkan ke tingkat pusat dalam hal ini Kemendikbud.

“Kami akan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan. Kami tidak hanya sekedar melayangkan surat, baik melalui tulisan maupun lisan akan kami lakukan. Kami punya target harus ketemu Menteri Pendidikan sehingga kami sekarang menyiapkan tim gabungan eksekutif dan legislatif,” tegasnya.

Ia berharap rencana tersebut dapat berjalan baik agar depannya tidak ada kebijakan yang pada penerapannya bisa mengkebiri daripada pemerintah daerah terkait dengan tenaga pendidikan. Namun bagi GGD yang sudah ditempatkan pihaknya masih terus melakukan koordinasi.

“Terkait dipulangkan kita bukan tidak mengiyakan tapi justru ini akan kita sampaikan ke tingkat pusat. Kalau kita bilang tidak setuju namun informasi tidak sampai ke sana, jadi informasi jangan bias. Makanya berikan kami kesempatan berkoordinasi. Baru kita dengarkan jawaban yang pasti,” jelasnya.

Adapun yang ingin diperjuangkan pihaknya sampai ke tingkat pusat ialah mengenai rekrutmen Program GGD ke depannya.

Sehingga akan lebih mengakomodir putra-putri daerah untuk diberikan kesempatan yang sama dalam proses perekrutan.

“Upaya kita dari pemerintah daerah ingin menurunkan persyaratan GGD itu. Misalnya paling tinggi B, sehingga kampus di daerah seluruh Kalbar bisa ikut bersaing dengan tidak terbentur aturan yang terlampau tinggi sehingga mangakomodir putra-putri daerah,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa rekrutmen GGD memang wajar jika dikritik namun dengan cara-cara yang positif. Apalagi GGD ini dapat dikatakan program yang memang ditujukan untuk daerah 3T yang kekurangan guru.

Alangkah baiknya jika putra-putri Kalbar juga ikut serta dalam melaksanakan itu semua. (Sg)

Jauhari Fatria

Saya Penulis Pemula

Leave a Comment

Recent Posts

PWI Kalbar Dukung Komitmen Pelaksanaan PPDB Tahun 2024

KalbarOnline, Pontianak - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalbar ikut berpartisipasi dalam penandatanganan komitmen bersama…

18 mins ago

Begini Kronologi Kecelakaan Maut Bus PT Cargill yang Tewaskan Pengendara Motor di Marau

KalbarOnline, Ketapang - Seorang saksi mata mengungkapkan bagaimana kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus sekolah…

5 hours ago

Ini Daftar 65 Anggota Dewan Kalbar Terpilih Hasil Pemilu 2024

KalbarOnline, Pontianak - KPU Provinsi Kalbar telah menetapkan sebanyak 65 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah…

6 hours ago

Pria Berusia 69 Tahun di Wajok Hulu Mempawah Hilang Saat Pergi di Kebun

KalbarOnline, Mempawah - Seorang pria berusia 69 tahun bernama Usman bin Agus hilang saat pergi…

6 hours ago

Sinergi Kemendikbudristek dan Pemerintah Daerah, Bangun Ekosistem Pendidikan Digital

KalbarOnline, Bandung - Dalam rangka memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah terkait pemanfaatan platform teknologi pendidikan…

6 hours ago

Pemkot Pontianak Komitmen Laksanakan PPDB Secara Objektif, Transparan dan Akuntabel

KalbarOnline, Pontianak – Pj Wali Kota Pontianak, Ani Sofian menjelaskan, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru…

6 hours ago