KalbarOnline, Sintang – Setiap umat beragama harus berusaha membangun tempat ibadahnya dengan baik sebagai bentuk keimanan dan mengembalikan berkat serta rezeki yang sudah diterima dari Tuhan. Demikian disampaikan Wakil Bupati Sintang Askiman pada saat Penancapan Tiang Pertama Pembangunan

Gereja GPSK Galilea Sekajau Desa Tirta Karya Kecamatan Ketungau Tengah, Minggu, (24/07/2016).

“Untuk itu, dalam membangun tempat ibadah harus dilakukan dengan swadaya dan mengandalkan kemampuan umat itu sendiri. Bantuan pemerintah hanya untuk menstimulan saja. Sebelum membangun rumah ibadah, umat harus memiliki iman yang kuat sehingga mampu memberikan dana dan tenaganya untuk kelancaran pembangunan gereja. Kita harus mengutamakan pembangunan gereja yang besar dan megah dibandingkan pembangunan rumah pribadi ” terang Askiman.

Askiman menambahkan masih banyak menerima aspirasi pembangunan infrastruktur pedesaan yang ke depannya bisa dibangun dengan dana Alokasi Dana Desa yang mencapai 800 juta sampai 1 milyar dalam setahun. “sebagai umat beragama, dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, kita harus menyerahkan diri pada Tuhan, sehingga Tuhan akan memberikan rencana yang baik terhadap kita. Jangan lagi menduakan Tuhan dengan kekuatan lain” tambah Askiman.

Wakil Ketua DPRD Sintang Tery Ibrahim mengakui peranan gereja dalam proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah termasuk dunia politik. Pemkab dan DPRD Sintang memerlukan dukungan nyata dari kalangan gereja, untuk itu perlu dilakukan komunikasi yang baik.

Titus, S. Th, M. Th dalam kotbahnya menyampaikan bahwa dalam beragama, kita tidak boleh tanggung-tanggung tetapi harus menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Beriman tidak cukup hanya diucapkan, tetapi kita laksanakan dalam kehidupan kita.

Pdt. Tarsito Kepas Ketua Sinode GPSK Sintang menyampaikan bahwa perkembangan gereja di Dusun Sekajau memang cukup baik. Buktinya, dulu gereja ini kecil, ada penambahan di depan dan belakang, lalu saat ini ingin membangun gereja baru lagi. Kami juga ingin semakin banyak kegiatan gereja yang bisa dilakukan di wilayah ketungau ini.

Bajau Kepala Desa Tirta Karya menjelaskan impian masyarakat disini untuk memiliki gedung gereja baru 326 KK yang tinggal di empat dusun dengan jumlah penduduk 1.300 jiwa.

“Dari 29 desa yang ada di ketungau tengah, desa kami belum ada akses jalan menuju pusat kecamatan sehingga kami pembangunan SMP Satu Atap karena jarak ke pusat kecamatan. Untuk SD 15 Nanga Sekapat kami minta penambahan guru agama kristen dan guru olahraga. Kami juga mohon kejelasan kewajiban perusahaan sawit untuk memberikan tanah kas desa, karena kami belum mendapatkan tanah kas desa. Masyarakat juga belum paham dengan program BPJS, Kartu keluarga sejahtera, kartu Indonesia pintar dan kartus Indonesia sehat. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY