Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot Saat Memberikan Sambutannya, Pada Kegiatan MKKS SMP Kabupaten Sanggau di SMPN 2 Tayan Hilir (Foto: Leo/Hms)
Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot Saat Memberikan Sambutannya, Pada Kegiatan MKKS SMP Kabupaten Sanggau di SMPN 2 Tayan Hilir (Foto: Leo/Hms)

KalbarOnline, Sanggau – Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot mengatakan bahwa tugas dan tantangan berat para guru adalah menciptakan siswa siswi yang berkualitas dalam banyak hal, diantaranya adalah kualitas akademik, sikap, dan perilaku.

“Jika hanya mengandalkan kurikulum yang berlaku saat ini tidaklah cukup. Dengan perkembangan jaman yang semakin pesat maka harus langkah professional, kreatif, dan inovatif serta menyesuaikan dengan kondisi daerah agar calon penerus masa depan juga semangat mempersiapkan diri mereka,” ujarnya saat menyampaikan sambutanya di acara MKKS SMP Kabupaten Sanggau yang berlangsung di SMPN 2 Tayan Hilir, belum lama ini.

Dirinya mengatakan guna mencapai kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Sanggau tersebut, mantan Kepala Dinas Pendidikan itu mengatakan harus adanya pertemuan-pertemuan, pelatihan dan sejenisnya bagi para pelaksanaan dunia pendidikan diantaranya MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah).

“Selain itu harus memanfaatkan pertemuan dengan maksimal untuk bertukar pikiran antar Kepala Sekolah,” ucapnya.

Wabup juga menyampaikan pentingnya mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan di Sekolah masing-masing.

Wabup menjelaskan bahwa suatu kegiatan harus harus meraih prestasi, minimal ada evalusi, jika tidak dievalusi juga percuma, kita tidak pernah tahu apakah berkembang maju atau berkembang mundur.

“Apa kelebihan dan kelemahan para guru, sistem, metode dan sebagainya, jika ada permasalahan atau kendala harus cepat diselesaikan,” tukasnya.

Orang nomor dua di Kabupaten Sanggau ini juga menyampaikan perhatian dan dukungan Pemerintah Daerah kepada tenaga pendidik. Namun ia minta, tugas pokok sebagai guru harus dilaksanakan dengan baik.

Ia menambahkan, kualitas guru mempengaruhi kualitas peserta didik di sekolah. Maka dari itu, pentingnya peran Kepala Sekolah untuk mengontrol dan membimbing guru yang dibawahinya.

“Jangan dulu menanyakan berapa yang harus kita terima, tapi bertanyalah apa yang sudah kita buat. jika kita tidak berbuat, maka tidak ada perubahan yang terjadi, apa lagi hasil yang maksimal. Walau pun saya bukan orang Pendidikan, tapi saya sudah pernah bergelut dibidang itu, dan dengan urusan guru-guru ini bukanlah hal yang asing,” tegas Wabup.

Dirinya juga mengingatkan para Kepala Sekolah agar menggunakan Dana BOS (Biaaya Operasional Sekolah) dengan benar dan bertanggung jawab.

“Laporan bulanan siswa harus rutin dilaporkan ke Dinas Pendidikan,” tandasnya. (Leo)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY