Wakil Bupati Sekadau, Aloysius Didampingi Rombongan Saat Meninjau Jalan SP 9 Belitang Hulu (Foto: Mus/Hms)
Wakil Bupati Sekadau, Aloysius Didampingi Rombongan Saat Meninjau Jalan SP 9 Belitang Hulu (Foto: Mus/Hms)

KalbarOnline, Sekadau – Pemerintah Kabupaten Sekadau mengingatkan kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah untuk mempercepat pekerjaannya. Diharapkan tidak ada keterlambatan hingga berujung pada sanksi terhadap para kontraktor tersebut.

“Harapan kita, realisasi pekerjaan itu sesuai dengan waktu kontrak. Jangan ada keterlambatan,” tegas Wakil Bupati Sekadau, Aloysius, SH., M Si, disela peninjauan sejumlah proyek fisik milik Pemerintah Kabupaten Sekadau di daerah Tiga Belitang, Senin (10/3) siang.

Tak sebatas omongan, Pemkab Sekadau bahkan membentuk tim monitoring untuk memantau realisasi pekerjaan proyek pemerintah. Tim yang bernama Tim Monitoring Pelaksanaan Pembangunan itu, beranggotakan enam orang dengan diketuai langsung Wakil Bupati Sekadau.

Tim tersebut bertugas melakukan peninjauan langsung ke lapangan, termasuk yang dilaksanakan kemarin. Selain ke daerah Tiga Belitang, tim tersebut juga rencananya akan melakukan peninjauan pembangunan di daerah Rawak, Nanga Taman dan Nanga Mahap pada hari ini.

“Tujuan monitoring ini untuk memaju dan memberikan shock terapi kepada para kontraktor agar bekerja dengan cepat. Selain kecepatan, kita juga berharap kualitas pekerjaan dijaga dengan baik,” imbuh Wabup.

Salah satu proyek yang dikunjungi tim monitoring itu adalah ruas jalan yang menghubungkan Dusun Muntik, Desa Menua Prama, Kecamatan Belitang yang berbatasan dengan SP 4, Desa Kumpang Ilong, Kecamatan Belitang Hulu. Di titik yang dikunjungi tersebut, kerusakan jalan sangat parah.

“Ini akan segera dikerjakan,” tukas Wabup.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sekadau, Drs H Ramsyah mengatakan, ruas jalan Manua Prama menuju Kumpang Ilong tersebut sudah ditender.

“Sekarang dalam proses penyelesaian administrasi,” tandasnya. (bdu/Mus)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY