Suasana Bimtek Penguatan Kompetensi Bagi Pengelola Kampung KB Yang Digelar Pemkot Pontianak (Foto: Jim)
Suasana Bimtek Penguatan Kompetensi Bagi Pengelola Kampung KB Yang Digelar Pemkot Pontianak (Foto: Jim)

Pontianak Sudah Miliki 6 Kampung KB

KalbarOnline, Pontianak – Guna meningkatkan kompetensi para pengelola Kampung Keluarga Berencana (KB), Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi pengelola Kampung KB dalam program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Restoran Kapulage, Selasa (27/3).

Bimtek ini digelar secara bertahap, untuk tahap pertama diperuntukkan bagi pengelola Kampung KB Kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Kota. Selanjutnya juga akan digelar bagi kecamatan-kecamatan lainnya. Peserta bimtek sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pengelola Kampung KB.

Ketua Panitia Bimtek, Yuniarlita, mengatakan, latar belakang digelarnya pembentukan Kampung KB tidak terlepas dari Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga dan perwujudan agenda prioritas pembangunan (nawacita) pemerintah.

“Untuk sementara baru terbentuk enam kampung KB di wilayah Kota Pontianak,” ujarnya.

Kegiatan bimtek ini, lanjut dia, diberikan kepada para pengurus atau pengelola Kampung KB khususnya yang ada dalam struktur di Kampung KB. Pelatihan ini diberikan supaya mereka siap menjalankan program Kampung KB di lintas sektoral.

“Ada instansi-instansi terkait yang juga dilibatkan dalam program Kampung KB,” ucapnya.

Dijelaskan Yuniarlita, tugas dari para pengurus Kampung KB diantaranya berusaha meningkatkan kualitas hidup manusia terkait dengan Program Nawacita. Selain itu juga, mereka memiliki tugas memberdayakan masyarakat di sekitarnya dengan memperlihatkan prestasi atau memperkenalkan program-program kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kampung KB ini merupakan isu nasional sehingga yang menjadi unggulannya itu yakni bersinergi dengan mitra kerja, seperti stakeholder, mitra kerja lain sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah,” paparnya.

Langkah selanjutnya setelah diberikannya bimtek tersebut, adalah setiap bulannya selama satu tahun, akan ada pembinaan di enam kecamatan berkaitan dengan instansi terkait.

“Sehingga apa yang menjadi kebutuhan Kampung KB itu akan kami akomodir dan menginventarisir apa yang mereka butuhkan sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.

Sekretaris DP2KBP3A Kota Pontianak, Musa, menjelaskan, sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat, DP2KBP3A Kota Pontianak memegang peranan penting dalam operasionalisasi Kampung KB. Untuk itu, pelatihan atau bimtek ini perlu dilaksanakan untuk mensinergikan dan menambah kompetensi dalam pengelolaan Kampung KB.

“Saya berharap bimtek ini dapat dimanfaatkan sebagai pedoman bagi pengelola Kampung KB sehingga Kampung KB dapat berjalan dengan baik dan tepat sesuai dengan petunjuk operasionalnya,” tandasnya. (jim)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY