Wakil Bupati Sintang, Askiman, Saat Berdialog Dengan Perwakilan Wahana Visi Indonesia (Foto: Sg/Hms)
Wakil Bupati Sintang, Askiman, Saat Berdialog Dengan Perwakilan Wahana Visi Indonesia (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Sintang dan Asisten I Setda Kabupaten Sintang, Wakil Bupati Sintang Drs Askiman, MM menerima kunjungan Delegasi Uni Eropa dan World Vision Jerman merupakan sponsor dari uni eropa untuk Wahana Visi Indonesia (WVI) di rumah dinas jabatan Wakil Bupati Sintang, Rabu (6/9) pekan lalu.

Adapun yang dibahas dalam pertemuan tersebut yakni dalam rangka kunjungan lapangan ke Desa Temiang Kapuas, Kecamatan Sepauk yang bertujuan untuk memastikan efektifitas dari implementasi EU-CSO Empowerment project untuk mendukung pengembangan Kabupaten Sintang menuju Kota Layak Anak, baik di level desa, kecamatan hingga kabupaten.

Dalam kesempatan itu, Wabup Askiman mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang sangat menyambut baik dan komitmen terhadap program Kota Layak Anak.

Karena, menurut orang nomor dua di Bumi Senentang ini, program tersebut sangat membantu untuk pendidikan anak, baik itu pendidikan formal maupun non-formal dimana hal tersebut bisa mengisi ruang dari pada gerak kerja kegiatan anak-anak untuk menata masa depan kehidupannya sehingga mereka lebih banyak di berikan pendidikan informal yang dikelola langsung oleh Wahana Visi Indonesia (WVI).

“Lalu, juga bukan hanya di sektor pendidikan, program mereka juga di sektor kesehatan seperti perbaikan gizi dan sebagainya dan tentunya itu sejalan dengan visi dan misi kita mencerdaskan semua kehidupan masyarakat Sintang ini dan juga menciptakan bahwa Sintang adalah masyarakat yang sehat dengan bagaimana penataan lingkungan untuk kesehatan sehingga dapat menunjang semua sisi dari kehidupan untuk mencerdaskan mensejahterakan masyarakat Sintang,” jelas Askiman.

Wabup menuturkan dukungan Pemkab Sintang yakni berupa fasilitas dan apa saja yang mereka butuhkan, Pemkab Sintang siap membantu karena itu untuk kepentingan anak-anak di Kabupaten Sintang.

“Dukungan kita adalah persoalan fasiltas kita berikan apa yang mereka butuhkan kita bantu. Sebagai contoh, pusat pengembangan anak di Kayan Hilir kita bangun satu ruang gedung sekolah untuk mereka, tapi bukan sekolah formal, melainkan sekolah informal di dalam pendidikan anak 3 – 9 tahun, mereka boleh beraktivitas disitu,” tutur Askiman.

Selain itu Wabup juga menambahkan bahwa pusat pengembangan di Kayan Hilir tersebut juga mereka bisa melakukan pembinaan pendidikan di luar sekolah, pembinaan rohani mereka dimana proses pendidikannya tidak memandang dari suku dan agama semua mereka lakukan perlakukan yang sama termasuk juga perlindungan terhadap hak-hak anak.

“Saya kira ini sangat baik program mereka untuk menunjang dalam rangka pembangunan di daearah kita di bidang pendidikan dan kesehatan,” tukasnya.

Sementara Senior Grant Officer Wahana Visi Indonesia, Masrawati Sinaga mengatakan dalam melakukan program kota layak ini pihaknya banyak di dukung dari negara luar dan tujuan dari pada pihaknya turun langsung ke lapangan yakni untuk mengutamakan sinergitas dengan pemangku kepentingan di daerah salah satunya Kabupaten Sintang.

“Sekarang kami di support dari Uni Eropa dimana kami lebih memberdayakan masyarakat dan koalisi masyarakat yang ada di lingkungan setempat supaya bisa jadi partner baik bagi Pemerintah setempat untuk mewujudakan Kota Layak Anak (KLA), kedatangan kami juga untuk mengetahui hambatan atau kendala mewujudkan KLA di Kabupaten Sintang,” ungkap Masrawati.

Dirinya menambahkan bahwa program KLA tersebut juga dilakukan pendampingan dan juga adanya transparansi dimana masyarakat ikut memonitoring.

“Kita berharap dari sisi kesehatan, Pemkab Sintang dapat memberdayakan pos belanja daerah lebih pro ke kesehatan bukan pada belanja pegawai yang tinggi,” pungkasnya. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY