KalbarOnline, Sintang – Seperti yang dikutip dari tnp2k.go.id bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia pada tahun 2009 dengan tingkat kemiskinan sebesar 14,15 persen, jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan adalah sebesar 32,53 juta individu. Angka ini cukup besar khususnya jika dibandingkan dengan jumlah orang miskin di negara-negara tetangga.

Ini menjadi tantangan yang mendapat perhatian di awal periode pemerintahan SBY-Boediono. Selain perlambatan penurunan tingkat kemiskinan dan jumlah orang miskin, kerentanan kemiskinan juga merupakan masalah tersendiri. Tak terkecuali untuk di Kabupaten Sintang, dengan memiliki luas wilayah sekitar 21.635 km², dengan kepadatan penduduk hampir mencapai 400.000 jiwa, yang dimana terdapat 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang, tentunya dari segi ekonomi, faktor kemiskinan bisa mengubah segalanya, hal tersebut membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang untuk dapat memberikan kontribusi nyata dan sigap dalam hal penanggulangan kemiskinan, dengan demikian diadakan rapat koordinasi tim penanggulangan kemiskinan ditahun 2016 ini yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sintang didampingi oleh Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Kepala Bappeda Sintang, dan perwakilan dari TNP2K Provinsi, di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Kamis (15/9).

Wakil Bupati Sintang, Askiman menyampaikan bahwa, untuk memacu kondisi ekonomi yang baik, serta dapat menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Sintang perlu adanya konsentrasi dalam halnya memfasilitasi, meningkatkan kondisi infrastruktur jalan yang ada, sebab di Kabupaten Sintang sendiri masih banyak daerah yang terisolir, sehingga hal tersebut menjadikan program strategis saya dan pak Bupati Sintang dalam membangun daerah dari pinggiran, dengan sudah dijalankan program tersebut, kita bisa lebih giat lagi dalam penanggulangan kemiskinan yang ada di Kabupaten Sintang. Kata Askiman.

“sampai saat ini program rancang bangun untuk menanggulangi kemiskinan masih dalam tahap desain, hal ini agar dapat membantu menanggulangi masyarakat yang miskin secara merata ke seluruh daerah yang ada di Kabupaten Sintang.” Tutur Askiman.
Untuk kedepannya, lanjut Askiman, saya menghimbau kepada 10 SKPD yang terkait dalam persemakmuran, untuk dapat membahas pemberdayaan ekonomi masyarakat, agar tidak hanya menjadikan wacana saja, kita haruslah serius dalam tugas dan tanggung jawab ini, dan juga kepada tim penanggulangan kemiskinan untuk dapat sesegera mungkin untuk melakukan rapat koordinasi sehingga terciptanya strategi kebijakan yang maksimal dalam penanggulangan kemiskinan”. Harap Askiman.

“ditingkat pedesaan & tingkat kecamatan harus secepat mungkin membuat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di bentuk, agar jika ada masyarakat yang membutuhkan kita cepat dalam penanggulangan tersebut, dan juga dalam penerapan haruslah konsentrasi dalam suatu hal daerah agar dapat berkembang” tambah Askiman

“Mari kita serius dalam bekerja, agar dapat mampu menyelesaikan tugas kita dalam halnya penanggulangan kemiskinan di kabupaten sintang, untuk menuju Kabupaten Sintang yang sejahtera” pesan Askiman.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sintang, Wawan Aliyunan menyampaikan kegiatan ini bertujuan dalam upaya membangun komitmen upaya percepatan penanggulangan kemiskinan serta dapat mengoptimalkan fungsi koordinasi dalam rangka penanggulangan kemiskinan, dan perkembangan kemiskinan serta prorgam antisipasi kemiskinan di Kabupaten Sintang. Kata Wawan. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY