Panitia Foto Bersama Peserta Lomba Busana Kartini Kreasi Dalam Rangka Memperingati Hari Kartini 2017 Yang Digelar Pemkot Pontianak (Foto: Jim Hms)
Panitia Foto Bersama Peserta Lomba Busana Kartini Kreasi Dalam Rangka Memperingati Hari Kartini 2017 Yang Digelar Pemkot Pontianak (Foto: Jim Hms)

Sebanyak 21 Peserta Semarakan Lomba

KalbarOnline, Pontianak – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar Lomba Busana Kartini Kreasi tingkat anak-anak di aula rumah dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Selasa (18/4).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Darmanelly mengatakan, Lomba Busana Kartini Kreasi yang diikuti sebanyak 21 peserta ini digelar sebagai salah satu strategi menumbuhkembangkan rasa percaya diri dan kemandirian di kalangan anak-anak. Melalui lomba ini, dirinya berharap anak-anak lebih percaya diri dan ketika dewasa lebih mandiri.

“Kita berharap mereka menjadi Kartini-Kartini yang mampu menjalankan perannya sebagai perempuan Indonesia,” ujarnya.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Hilfira Hamid menambahkan, digelarnya lomba ini bertujuan supaya anak-anak berperan dan menyadari bahwa Kartini sebagai sosok yang memperjuangkan hak-hak kaum perempuan sehingga mereka bisa berkarya dan berkarir.

“Yang jelas ini merupakan suatu motivasi untuk anak-anak, memotivasi bagaimana dia tampil, berkarya dan berkreasi dengan busana yang dikenakannya,” ucapnya.

Diakuinya, sengaja lomba ini bertajuk busana Kartini kreasi untuk memberikan warna baru dengan kreatifitas anak-anak sehingga tidak terkesan monoton. Lomba ini menampilkan kreasi disesuaikan dengan jaman sekarang.

“Kalau melihat busana Kartini identik dengan kain batik berliru, kebaya dan sanggul. Perkembangan sekarang, disesuaikan dengan penampilan perempuan saat ini,” tuturnya.

Seperti kaum perempuan saat ini, kata dia, sudah banyak yang mengenakan hijab, berambut panjang atau berambut pendek, sehingga mereka harus mampu menyesuaikan dengan kondisi busana yang dikenakan dan tidak membatasi geraknya.

“Kalau dulu menggunakan kain batik berliru, sekarang dimodifikasi supaya tidak membatasi ruang geraknya sesuai dengan tema untuk anak-anak. Busana itu dikenakan tanpa menghambat aktifitas anak-anak,” sebut Hilfira.

Ia berharap, dengan mengikuti lomba busana Kartini Kreasi ini, tertanam rasa cinta terhadap budaya dan busana asli Indonesia. Selain itu, mereka juga mengenal lebih dalam busana tradisional serta tidak terkontaminasi dengan busana dari luar.

“Kalau Kartini dikenal dalam pemikirannya yang dituangkan dalam tulisan-tulisannya, diharapkan anak-anak bisa memanfaatkan yang sudah didapat sekarang dengan berkreasi,” pungkasnya. (Fat/Jim Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY