KalbarOnline, Sintang – Program pembuatan sawah baru bertujuan untuk merubah pola menanam padi dari berpindah-pindah menjadi menetap pada satu lokasi dengan hasil yang maksimal untuk mengejar swasembada pangan di Kabupaten Sintang. Demikian disampaikan Bupati Sintang H. Jarot Winarno pada saat Penanaman padi di Desa Bancoh Kecamatan Sungai Tebelian pada Senin, 19 September 2016.

“Tahun 2017 kita akan cari lagi lahan potensial dan akan buka lagi sawah baru sekitar 2.000 hektar lagi. Dengan demikian upaya kita untuk mengurangi pembukaan lahan dengan membakar lahan, meningkatkan perekonomian serta mengejar swasembada pangan lebih fokus. Sawah baru ini, akan menjadi sawah yang baik dan produktif jika rutin diolah selama 3 tahun berturut-turut. Jadi jangan heran kalau di tahun pertama hasilnya belum terlalu maksimal. Saya berharap para petani harus mampu menghasilkan padi cukup untuk kebutuhan sendiri dulu. Kepada para penyuluh agar aktif mendampingi para petani sehingga program ini bisa berjalan dengan baik serta menghasilkan padi yang banyak. Ajarkan cara tanam yang betul, bibit yang cocok dan pupuk yang baik. Sawah baru ini, ke depannya akan kita dorong menjadi pusat pengembangan pajale atau padu, jagung dan kedelai” terang H. Jarot Winarno.

Arbudin Kadis Pertanian, Perikanan dan Peternakan menjelaskan penanaman padi ini merupakan bagian dari program gerak tanam serentak. “saat ini kita lakukan di kelompok tani betang tampar desa Bancoh. Tanam padi ini dilakukan di seluruh Kalbar dan bekerjasama dengan TNI. “Kami berharap program pembukaan sawah secara besar-besaran ini  bisa merubah pola bertani berpindah menjadi menetap serta mampu meningkatkan produktivitas padi secara masif. Kabupaten Sintang pada Tahun 2016 ini mendapatkan jatah pembukaan sawah baru seluas 1.515 hektar yang tersebar di  12 kecamatan, 46 desa dan 67kelompok tani. Dari 1.515 hektar sudah di land clearing 100 persen. Kami sudah memasang target pembukaan sawah baru seluas  49 ribu hektar dan  sudah direalisasi 39 ribu hektar” terang Arbudin.

Dandim 1205 Sintang M. Sulistiyono menjelaskan pembukaan lahan sawah baru dilakukan di seluruh Indonesia. “saat ini sudah dilaksanakan panen di 3 hektar dengan hasil 3,36 ton per hektar. Ini memuaskan kami karena ini panen pertama dengan kondisi sawah yang baru. Kami berharap 1.515 hektar sawah yang baru dibuka  di Sintang segera ditanam. Program ini khusus padi, jangan ditanam dengan komoditas yang lain. Meskipun kami ke depannya juga akan menanam komoditas lain seperti jagung” terang M. Sulistiyono.

Akianto Ketua kelompok tani betang tampar menyampaikan terima kasih sudah membangun 100 hektar sawah di desa bancoh.

“Kami mohon segera dibangun irigasi dan penerangan” pinta Akianto.

Iwan anggota kelompok tani Betang Tampar menyampaikan bahwa sawah ini merupakan sawah tadah hujan, untuk itu kami minta segera dibangun kolam untuk mendukung tersedia air.

Menjawab permintaan tersebut, Bupati Sintang H. Jarot Winarno menjelaskan pembangunan sawah baru ini memang hanya tahap awal saja. “Kami akan segera memikirkan untuk pembangunan embung, irigasi, dan jalan usaha tani. Yang sudah dibangun ini tolong diolah dengan baik. Saya akan monitor supaya lahan sawah yang sudah dibangun supaya tidak ditanami sawit” jelas H. Jarot Winarno.

Mulyono Kasiter Korem 121 ABW menjelaskan bahwa program pembukaan sawah baru pada Tahun 2016 memang dikelola oleh Kodam Tanjungpura, tetapi mulai 2017 akan dikelola oleh Korem 121 ABW.

“Kami sudah mencoret beberapa kontraktor yang tidak serius. Karena pembukaan sawah ini harus memenuhi syarat,”Pugkasnya. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY