Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Foto Bersama Usai Acara Peringatan Hari Kartini di Aula Rumah Dinas Wali Kota (Foto: Jim Hms)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Foto Bersama Usai Acara Peringatan Hari Kartini di Aula Rumah Dinas Wali Kota (Foto: Jim Hms)

KalbarOnline, Pontianak – Saat ini kesetaraan gender dalam tugas, fungsi dan profesi semestinya tidak lagi menjadi perdebatan. Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menyatakan bahwa persoalan emansipasi sudah tuntas. Perempuan kini bisa bersaing dengan laki-laki di berbagai bidang.

“Makanya di bidang politik juga, perempuan jangan ada cerita merengek minta jatah 30 persen. Harusnya itu berkembang, tidak ada lagi dalam undangan-undang, perempuan harus sekian persen,” katanya saat peringatan Hari Kartini di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (20/4/2017).

Perempuan di Pontianak terbukti hebat-hebat. Dirinya juga menjabarkan bahwa lebih dari setengah pejabat di Pontianak merupakan perempuan. Di kalangan eselon IV, jumlahnya lebih dari 60 persen. Di eselon III berimbang, dan eselon II kurang lebih 40 persen.

“Tapi sebenarnya saya tidak sependapat kalau perempuan itu diberi jatah dengan persentase. Kalau saya maunya, kalau dia mampu, semua pun tidak apa. Buktinya di Kelurahan Akcaya semuanya perempuan dan muda-muda,” imbuhnya yakin.

Perempuan pejabat publik itu pun bukan tanpa prestasi. Lihat saja di Dinas Perhubungan, Satpol-PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perpustakaan, dan lainnya. Dinas-dinas tersebut mendapat penghargaan di tingkat nasional. Di kota pun, apa yang jadi tugas mereka, berjalan baik.

“Perempuan bisa diandalkan untuk memberikan layanan publik terbaik dalam segala hal,” sebutnya.

Untuk itu, ia berharap perempuan Pontianak tidak keluar dari jati diri dengan akar budaya Indonesia. Kreativitas adalah baik, tapi budaya Indonesia harus dipegang betul.

“Saya lihat dari yang muda mulai tidak meninggalkan akar budaya dari kreatif dan mempertahankan budaya,” pungkasnya. (Fat/Jim Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY