Calon Gubernur Kalbar Nomor Urut 3, Sutarmidji, Saat Menyampaikan Orasi Politiknya, Dalam Lawatan Safari Dialogis di Sanggau (Foto: RMN)
Calon Gubernur Kalbar Nomor Urut 3, Sutarmidji, Saat Menyampaikan Orasi Politiknya, Dalam Lawatan Safari Dialogis di Sanggau (Foto: RMN)

KalbarOnline, Sanggau – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 3 (tiga), Sutarmidji menegaskan komitmen Midji – Norsan mewujudkan Kalbar Baru semata-mata demi kesejahteraan masyarakat Kalbar dan menjadikan Kalbar dapat dikenal di tingkat nasional. Sutarmidji menginginkan masyarakat bangga terhadap Kalbar dan sebaliknya demikian.

“Saya akan jadikan Kalimantan Barat dikenal di pentas nasional,” tegas Sutarmidji.

Sutarmidji juga menegaskan bahwa Kalbar membutuhkan seorang negarawan bukan politisi dengan alasan bahwa apabila hanya seorang politisi maka dia hanya ingin berkuasa saja. Jika keinginannya berkuasa, lanjut Sutarmidji, maka tidak akan bisa melayani dan mensejahterakan masyarakat.

“Politisi tidak akan mau mengurangi wilayah kekuasannya sejengkal pun. Namun tidak bagi, negarawan. Negarawan berfikir bagaimana masyarakat sejahtera,” tegasnya lagi.

Kalbar harus lebih maju dan sejahtera, karenanya kata Sutarmidji, Midji – Norsan berkomitmen untuk mewujudkan hal tersebut.

Sutarmidji juga menjelaskan alasannya ingin mewujudkan Kalbar Baru, saat safari dialogis dengan masyarakat di Gedung Pertemuan Umum Sanggau, pada Jumat (20/4) pagi.

“Selama ini apa yang bisa dibanggakan Kalbar di pentas nasional. Saya minta yang hadir disini silahkan klarifikasi apa yang saya sampaikan, silahkan. Tunjukan satu saja yang bisa dibanggakan Kalbar di kancah nasional, pasti tidak ada,” kata Midji menantang peserta kampanye untuk menujukan satu saja keberhasilan Kalbar di tingkat nasional.

Sutarmidji yang dinobatkan sebagai Wali Kota Pontianak terbaik se – Indonesia 2017 ini menyampaikan bahwa ukuran keberhasilan Kepala Daerah memiliki parameter yang jelas.

“Kalau kinerja itu jelas, itu LAKIP. Kalbar posisi nilainya B. Kemudian SAKIP. SAKIP Kalbar saat ini berada di nilai B, kecuali Kota Pontianak sudah BB. IPM Kalbar urutan ke 29 dari 34 Provinsi. Dan ini yang parah. Urutan 29 dengan nilai 65,88, sementara nasional rata-rata nilainya sudah 70. Artinya, Kalbar masih jauh dibawah nasional,” ungkap Sutarmidji.

Untuk meningkatkan IPM, meskipun 1 point saja, lanjutnya, butuh kerja keras dan sehebat apapun Kepala Daerah bekerja kalaupun naik, paling tinggi 1,5 point.

“Secara nasional kita ketinggalan 4 point. Artinya, butuh 3 tahun kerja keras untuk meningkatkan IPM, itupun secara nasional IPM terus meningkat. Kalau Kota Pontianak sudah hampir 78, sementara Kalbar rata-rata 65,” tegasnya.

Dengan IPM Kalbar yang berada di urutan ke-29, lanjut pria yang akrab disapa Bang Midji ini, bisa dipastikan Pendidikan di Kalbar bermasalah, kesehatan bermasalah dan infrastrukturnya pasti juga bermasalah.

“Karena variabel penentuan IPM itu adalah pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur,” tegasnya.

Faktanya, lanjut dia, untuk pendidikan di Kalbar, lamanya usia orang bersekolah di Kalbar ini baru 7,2 tahun atau rata-rata tamat SMP kelas 2. Dan setiap Ujian Nasional, Kalbar ini berada pada rangking 30 – 31 dari 34 Provisi.

“Kalau ini dibiarkan terus, kasihan anak-anak kita yang didepan hari akan berhadapan dengan ketatnya persaingan. Persaingan kedepan itu bukan siapa yang banyak duit, tapi siapa yang otaknya encer. Karena pertarungannya adalah pertarungan stategi, ide dan konsep, bukan tenaga, bukan betinju, bukan bekelahi, sudah tidak zaman lagi tu betinju, bekelahi,” tukasnya.

Bicara mengenai kesehatan, indeks pembangunan kesehatan masyarakat (IPKM) seluruh Kabupaten/Kota di Kalbar semuanya berada di urutan 100 ke bawah dari 489 Daerah tingkat II, kecuali Kota Pontianak yang berada diurutan ke-22.

“Kalau tidak percaya dengan data yang saya sampaikan, silakan tanya Google,” tegas Sutarmidji yang telah sukses menorehkan 231 penghargaan untuk Kota Pontianak.

Bicara kemiskinan, angka kemiskinan Kalbar paling tinggi di Kalimantan.

Sutarmidji juga berpesan kepada partai pengusung, relawan dan simpatisan untuk tidak menanggapi kampanye hitam sekalipun ada yang mendiskreditkan Midji – Norsan.

“Senyumin saja. Dia mau ngomong apapun tentang saya senyumin saja, supaya Pilkada ini tetap damai,” pesannya. (Elf)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY