Wali Kota Pontianak, Sutarmidji dan Potret Pembangunan Waterfront Yang Sudah Berjalan (Foto: MD Group/Jim Hms)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji dan Potret Pembangunan Waterfront Yang Sudah Berjalan (Foto: MD Group/Jim Hms)

Tak Tolerir Siapapun yang Menghambat Pembangunan

KalbarOnline, Pontianak – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji meminta masyarakat mendukung proyek lanjutan pembangunan waterfront di Tambelan Sampit maupun Benua Melayu Laut. Ia berharap kegiatan pembangunan tersebut segera dilaksanakan sebab tendernya sudah selesai.

“Saya berharap tahun ini bisa dituntaskan hingga ke Jembatan Kapuas I. Pembangunan ini akan memperindah Kawasan Tambelan Sampit dan semoga ke depan bisa dilanjutkan hingga ke Banjar Serasan,” ujarnya saat ditemui di kediaman dinasnya, Jumat (7/4).

Sutarmidji tidak ingin pembangunan tersebut terhambat hanya karena ulah segelintir orang. Pembangunan waterfront yang dananya bersumber dari pemerintah pusat, menurutnya adalah kesempatan yang terbuka untuk memajukan Kota Pontianak.

Terlebih, perjuangan untuk mendapat anggaran pembangunan dari pemerintah pusat tidak gampang. Dirinya mewanti-wanti supaya jangan ada pihak yang ingin mendapat keuntungan atau manfaat apapun dari kegiatan pembangunan ini dengan cara menghambatnya.

“Saya tidak akan tolerir siapapun yang menghambat pembangunan itu dan saya akan minta kepada aparat penegak hukum dan keamanan untuk mengawal proyek pembangunan ini sebab ini merupakan proyek pusat,” tegasnya.

Sebagaimana informasi yang didapatnya bahwa ada kontraktor lokal yang mempermasalahkan tender pada proyek tersebut. Ia meminta kepada para kontraktor lokal yang masih mempermasalahkan tender ini, supaya memahami dan biarkan pemenang tender itu melaksanakan pekerjaannya dengan leluasa. Dikatakannya, tender itu bukan kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Untuk itu, para kontraktor lokal harus memahami bahwa ini adalah dana pusat, bukan dana APBD.

“Dana pusat ini kalau ada hambatan kemudian tidak dilaksanakan pembangunannya, yang rugi masyarakat Kota Pontianak. Saya minta mohon pengertiannya dan saya sudah minta kepada penanggung jawabnya untuk segera dikerjakan,” tutur Sutarmidji.

Wali Kota dua periode ini mengajak masyarakat di Kawasan Tambelan Sampit ikut mengawasi pembangunan di sana serta membantu pelaksana proyek demi kelancaran pembangunan. Meski ia tidak mengetahui pasti besaran anggarannya, yang jelas dikatakannya lebih besar dari tahun lalu.

Pembangunan lanjutan ini akan menyelesaikan seluruhnya sepanjang 1 kilometer lebih. Tapak atau lantai di sepanjang waterfront itu akan dipercantik dengan batu alam. Selain itu, antara jembatan kayu dan steigher waterfront yang baru nantinya akan ditanami pohon-pohon supaya kawasan itu tetap rindang meskipun di pinggir sungai.

“Ini juga demi kenyamanan masyarakat Tambelan Sampit dan masyarakat Pontianak umumnya,” katanya.

Dengan pembangunan waterfront itu, orang nomor satu di Kota Pontianak ini berharap masyarakat di sana bisa menikmati keindahan pinggiran Sungai Kapuas. Karenanya, masyarakat diminta mendukung dan tidak terprovokasi oleh siapapun dalam pembangunan waterfront di kawasan itu.

“Pak RT kalau ada masalah atau hambatan dalam pembangunan tersebut, silakan berhubungan dengan saya sebagai Wali Kota Pontianak,” tukas Sutarmidji.

Demikian pula di Kawasan Beting, ia meminta bangunan yang ada di samping Masjid Jami supaya segera dibongkar sebab menghambat suplai material untuk pembangunan di dalam. Dirinya meminta pengertian yang bersangkutan untuk membongkar bangunannya yang berada di atas parit untuk memudahkan memasukkan material.

Sutarmidji meminta masyarakat mendukung pembangunan di kawasan itu bila masyarakat ingin kawasannya maju. Dengan demikian, mereka bisa mewariskan kepada anak cucunya berupa tempat tinggal yang baik.

“Kalau proyek ini gagal dilaksanakan, yang akan dirugikan adalah masyarakat Beting secara keseluruhan hanya gara-gara satu dua orang. Mari kita sama-sama benahi,” himbaunya.

Di kawasan Benua Melayu Laut, juga sudah ditender dan harus segera dilaksanakan pembangunannya. Kendala-kendala di lapangan akan segera diselesaikan pihaknya. Terhadap pemilik bangunan cafe di pinggir sungai Benua Melayu Laut yang membandel karena tidak mau membongkar bangunan cafenya, pihaknya dalam waktu dekat akan menangani bersama aparat terkait.

“Saya minta yang bersangkutan kooperatif agar kawasan itu cepat dibangun sebab kita untuk mencari dana pembangunan tidak mudah, terlebih dana itu berasal dari pusat,” tandasnya.

Menurut Sutarmidji, bila pembangunan waterfront berjalan lancar, demikian pula Jembatan Landak, dirinya yakin Jembatan Kapuas I pun bisa segera dibangun paralelnya. Seandainya Jembatan Kapuas I dibangun jembatan paralel yang baru, kemudian menyatu dengan waterfront sisi kiri kanan sungai, baik di Benua Melayu Laut maupun Tambelan Sampit dan Beting, maka kawasan tersebut akan terlihat indah dan menawan.

Nuansa tradisional dan modern akan berpadu dalam arsitektur Jembatan Kapuas I yang menarik sehingga menjadi sebuah ikon baru Kota Pontianak ke depannya. Sungai Kapuas menjadi pusat dari segala tujuan orang berkunjung ke Pontianak sebab sungai itu melalui beberapa obyek wisata seperti Kraton Kadriyah, Masjid Jami, Tugu Khatulistiwa dan Makam Batu Layang.

Dengan menyusuri Sungai Kapuas, para wisatawan juga bisa melihat langsung kehidupan tradisional masyarakat di sepanjang pinggir sungai.

“Saya yakin bisa kita wujudkan pembangunan Jembatan Paralel Kapuas I,” pungkasnya. (Fat/Jim Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY