Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Memberikan Sambutannya Pada Saat Menghadiri Acara Wisuda Untan Periode III Tahun Akademik 2016-2017 di Auditorium Untan (Foto: Jim Hms)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Memberikan Sambutannya Pada Saat Menghadiri Acara Wisuda Untan Periode III Tahun Akademik 2016-2017 di Auditorium Untan (Foto: Jim Hms)

KalbarOnline, Pontianak – Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Sutarmidji mengajak seluruh wisudawan Untan untuk kembali dan membangun daerahnya masing-masing.

Selaku wisudawan, tugas mereka dimulai hari ini sejak diwisuda, untuk menjalankan perannya sesuai dengan bidang keilmuan yang dienyamnya. Para wisudawan mengemban tanggung jawab terhadap orang tua yang sudah membiayai pendidikannya, tanggung jawab kepada keilmuan yang diemban dan tanggung jawab kepada masyarakat.

“Sebagai alumni Untan kita sangat bangga. Kenapa saya katakan demikian, karena sudah banyak alumni yang berperan dalam berbagai aspek kehidupan, aspek tatanan pemerintahan dan sebagainya,” ujarnya dalam sambutan Wisuda Untan periode III tahun akademik 2016/2017 di Auditorium Untan, Kamis (27/4). Sebanyak 1.363 wisudawan yang diwisuda.

Wali Kota Pontianak ini meminta para wisudawan tidak menumpuk di kota sebab bonus demografi untuk kota sudah lebih dari mencukupi sejak 3 – 4 tahun lalu. Untuk mengabdi dan membangun daerah masing-masing, dikatakannya tidak mesti menjadi PNS, tetapi bisa memerankan diri di segala bidang.

“Inilah tugas saudara semua, apa yang bisa saudara buat di daerah masing-masing sebab daerah masih sangat membutuhkan saudara. Mari kita perlihatkan bahwa kita mampu untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” sebutnya.

Dalam era teknologi informasi kini, bertebaran software maupun aplikasi-aplikasi yang ditawarkan oleh berbagai pelaku IT. Namun Sutarmidji berharap, sebagai warga Kalbar, sudah sepatutnya membeli aplikasi karya penggiat IT dari Kalbar sendiri.

“Jangan orang Kalbar justru membeli aplikasi yang dibuat oleh orang luar Kalbar,” tukasnya.

Di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sendiri, untuk penggunaan IT dalam tata kelola pemerintahan, pihaknya mempercayakan itu ditangani oleh SDM Pontianak. Terlebih, biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih murah.

“Hampir 20 persen dari budget yang semestinya dikeluarkan. Kalau misalnya ada yang membangun IT-nya dengan dana Rp60 miliar, Pontianak cukup Rp6 miliar. Tapi hasilnya tidak kalah dengan yang lainnya,” ungkap Wali Kota dua periode ini. (Fat/Jim Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY