Bisnis Istri Ikutan Terkena Batu Akibat Binalnya Weinstein

KalbarOnline, Internasional – Sejak The New York Times meluncurkan laporan terkait skandal pelecehan seksual yang dilakukan produser film ternama AS, Harvey Weinstein, banyak korbannya yang membuka suara. Setidaknya ada sekitar 30 perempuan yang mengaku menjadi korban Weinstein, baik yang pernah bekerja untuknya atau yang punya hubungan dengannya dalam dunia film atau politik.

Anna Wintour, direktur artistik perusahaan publikasi mode ternama Conde Nast lalu buka suara. Seperti dilansir dari The New York Times, pada akhir pekan lalu, Wintour mengatakan perilaku Weinsten tidak bisa diterima.

“Saya merasa ngeri dengan apa yang dialami oleh para korban dan mengagumi keberanian mereka. Prihatin saya untuk mereka, dan juga Georgina, sang istri dan anak-anak,” ungkapnya setelah cukup lama bungkam sejak kasus skandal ini terkuak.

Wintour bagaimanapun pernah menobatkan berbagai film produksi Weinstein jadi sorotan ketika tampil di majalah yang dipimpinnya, seperti beberapa kali tampil di sampul Vogue, busana dari label Marchesa, label yang didirikan oleh istrinya Georgina Chapman, serta menggelar beberapa penggalangan dana Weinstein.

Dalam pernyataan resminya, juru bicara Weinstein, Sallie Hofmeinster mengatakan Weinsten membantah segala tudingan akan pelecehan seks tersebut.

Namun, bagaimanapun, ini baru permulaan. Dampak Weinstein di dunia mode lebih luas dari itu.

Desainer Donna Karan yang membela Weinstein beberapa waktu lalu, mendapat kecaman dari publik, bahkan ada yang boikot label DKNY meski Karan tak lagi berperan di sana.

Sejauh mana peran Weinstein di dunia mode? Weinsten diyakini lebih dari sekadar seorang eksekutif film di era modern. Ia juga banyak mengambil peran di dunia fesyen sebagaimana ia membangun pasar mode lewat film-film box office yang dirilisnya.

Ia mengenalkan ‘Project Runway’. Ia juga berperan dalam bangkitnya Halston, dan bekerja sama dengan pengarah gaya Rachel Zoe yang kerap mendandani selebritis dengan gaun Marchesa.

Tak hanya itu, para aktris yang kerap datang ke karpet merah Oscar juga mengenakan gaun rancangan Marchesa.

Seorang sumber yang tak mau diungkap namanya, mengatakan setidaknya aktris-aktris yang terlibat di film Weinstein ‘wajib’ mengenakan gaun itu setidaknya satu kali. Kembali ke masa di mana Weinstein berkuasa di Miramax, satu dari dua studio yang ia dirikan, ada banyak pengaruhnya di dunia mode.

Pada 1994 misalnya, ia meluncurkan Robert Altman, Pret-a Porter. Pada 2009, ia mengambil hak distribusi film ‘A Single Man’, yang dibuat desainer Tom Ford.

Tom Ford mengatakan ia sedikit shock dengan apa yang dilakukan Weinstein. Meski ia tahu Weinstein suka perempuan muda, tapi ia tidak tahu sama sekali akan sifat predator atau kekerasan yang ia lakukan.

Dampak Luas Yang Diterima Weinstein

Projec Runway yang digawanginya juga membuat berkah bagi desainer Michael Kors, model Heidi Klum dan editor Nina Garcia. Seri lepas dari Project Runway All Stars dimulai 2012, dan telah pula menyelesaikan pengambilan gambar untuk musim berikutnya.

Weinstein juga salah satu penggalang dana aktif bagi amfAR, gala yang digelar selama Festival Film Cannes.

LVMH, label perusahan mewah asal Perancis, memiliki saham satu persen di Weinstein Company. Weinstein juga pernah menulis profil Arnault, pimpinan LVMH, untuk 100 Orang Berpengaruh di Dunia versi majalah Time.

Weinstein juga orang yang secara rutin hadir di Met Gala, yang digawangi Anna Wintour sejak 1999.

Produser film As itu juga kerap duduk di barisan terdepan peragaan busana Marchesa, Dior, Louis Vuitton dan Burberry.

Di beberapa gelaran peragaan busana dan ajang fesyenlah, Weinstein bertemu dengan model aktris Lea Seydoux, Cara Delevingne, dan Trish Goff.

Setelah kasus pelecehan seksual Weinstein mencuat, publik kemudian juga memboikot label Marchesa yang dianggap sebagai alat bagi Weinsten dalam menyalahgunakan kekuasaannya. Hingga ada tagar #boycottmarchesa di Twitter.

Mengulik Dampak Skandal Harvey Weinstein pada Dunia ModeHarvey Weinstein dan istrinya, desainer busana Georgina Chapman.

Label yang dibentuk 2004 oleh istri Weinstein, Chapman dan Keren Craig, pertama kali mendapat sorotan ketika aktris Renee Zellweger mengenakannya untuk karpet merah film ‘Bridget Jones: The Edge of Reason’, yang diproduksi Miramax. Tak lama kemudian, aktris Cate Blanchett, juga mengenakan guan Marchesa untuk premier film ‘The Aviator’ di Roma, yang juga diproduksi Miramax.

Dalam beberapa tahun belakangan gaun Marchesa selalu mendapat sorotan di setiap karpet merah. Pada gelaran Oscar lalu, ketika ia mendapat nominasi berkat perannya di ‘Hidden Figures’, Octavia Spencer juga mengenakan Marchesa. Filmnya diproduksi Weinstein.

Sejumlah pengarah gaya yang kerap mendandani aktris di karpet merah Hollywood belum memberikan komentar apa-apa dan mengambil tindakan menunggu apa yang akan dilakukan terhadap label Marchesa.

Pekan lalu, label tersebut membatalkan rencana peluncuran koleksi musim Semi 2018 dan tidak dipastikan kapan diluncurkan. Perusahaan tersebut seperti dilaporkan New York Times juag belum memberikan komentar akan ini. (Rock)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY