Bupati Sintang, Jarot Winarno Beserta Jajaran, Menyambut Hangat Kunjungan Ketua KONI Kalbar Beserta Jajaran di Rumah Jabatan Dinas Bupati Sintang (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno Beserta Jajaran, Menyambut Hangat Kunjungan Ketua KONI Kalbar Beserta Jajaran di Rumah Jabatan Dinas Bupati Sintang (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Dalam pertemuan santai antara Ketua KONI Provinsi Kalimantan Barat bersama para jajarannya dijamu langsung oleh Bupati Sintang di ruang tamu Rumah Dinas Jabatan Bupati Sintang dalam rangka membahas kesiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat tahun 2018 yang akan digelar di Kabupaten Sintang, Rabu (29/11) malam.

Diskusi ringan tersebut membahas tentang kesiapan venue-venue cabang olahraga dan tentang penginapan yang ada di Kabupaten Sintang.

Menurut Bupati Sintang, bahwa Kabupaten Sintang sudah siap untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat 2018.

“Tentu kita dari Kabupaten Sintang sudah siap menjadi tuan rumah Porprov 2018, mau seluruh cabang olahraga (Cabor) digelar di Sintang pun kita siap,” tegas Bupati.

Bupati menjelaskan bahwa mengurus olahraga itu tidak bisa hanya Pemerintah saja, akan tetapi ada campur tangan dari pihak lain.

“Yang paling penting adalah kita ini untuk mengurus olahraga tentu Pemerintah Kabupaten Sintang tidak bisa sendiri, karena harus ada dukungan dan bantuan dari masyarakat, terutama masyarakat dunia usaha itu harus ikut, karena bagian dari CSR, kita ingat tahun Porprov 2006 lalu, masyarakat dunia usaha banyak turut membantu kita Pemkab Sintang, salah satunya memberikan bonus kepada atlet,” tambah Bupati.

Menurutnya dengan adanya Porprov 2018 mendatang akan menjadikan multiplayer effect yang dapat menghidupkan dunia sektoril ekonomi.

“Dari homestay, losmen, hotel akan penuh, karena akan datang kontingen sebanyak 10.000 orang, kemudian pasti restoran, rumah makan, angkutan umum, ojek, oplet akan hidup semua dan ini merupakan suatu kebanggaan buat Kabupaten Sintang,” tuturnya.

Akan tetapi, lanjut Bupati, dalam kesiapan menjelang Porprov 2018 Pemerintah Kabupaten Sintang sudah menyiapkan anggarannya.

“Dalam waktu yang singkat ini, kita mengalokasikan dana sebesar Rp1 Milyar, dana ini digunakan untuk pembenahan venue-venue cabang olahraga di Kabupaten Sintang, dan dirasakan itu belum cukup, pasti nanti larinya sekitar Rp4-5 Milyar, kalau kita mengandalkan dana APBD tentu itu pasti tidak cukup, maka dari itu kita mintakan masyarakat dunia usaha dapat membantu untuk beberapa cabang olahraga,” tuturnya.

Bupati juga menargetkan kontingen Kabupaten Sintang dalam Porprov 2018 minimal bisa masuk 3 besar.

“Target juara prestasi tiga besar sudah Alhamdulillah, memang sukses prestasi mesti imbangi dengan tuan rumah, saya targetkan 3 besar, jangan kalah dengan kabupaten lain,”. tekadnya.

Sementara, Ketua KONI Kalimantan Barat, Fachrudin Siregar menyatakan kalau Sintang sudah siap menjadi tuan rumah Porprov 2018.

“Dari tadi pagi kita sudah meninjau beberapa venue cabang olahraga dan hasilnya cukup memadai, dan kekurangan-kekurangan juga disanggupi oleh Bapak Bupati untuk menyiapkan ini semua, di Sintang akan dihelat 30 cabang olahraga tapi ada 2 yang kurang yaitu cabang olahraga bola tangan dan softball, untuk yang lain sudah memenuhi semuanya,” kata Fachrudin.

Menurutnya, nanti akan dibuatkan satu rekomendasi kemudian direkap dan akan disampaikan kepada Pengurus Daerah untuk dapat menyempurnakan venue-venue olahraga di Kabupaten Sintang serta akan membentuk panitianya nanti.

Perlu diketahui, lanjut Fachrudin, ada 2 Kabupaten yang mengajukan venue cabang olahraga dan siap dengan fasilitasnya yaitu Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau.

“Untuk di Kabupaten Sekadau mereka minta digelar olahraga pencak silat dan bola tangan, dan Kabupaten Sanggau minta olahraga basket dan volly, akan tetapi kami tetap memprioritaskan semua itu ada di Kabupaten Sintang agar proses pengawasan tidak terpecah-pecah,” tuturnya.

“Untuk kendala sendiri itu tidak ada, tetapi bagi kami didalam kegiatan Porprov ini bahwa atlet dan official akan datang 10.000 orang dan tentu kami menginginkan akomodasi yang memadai seperti penginapan perlu ditingkatkan lagi, dan masyarakat agar dapat berpartisipasi untuk membuat homestay-homestaynya,” harap Fachrudin. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY