Suasana Rapat Lintas Sektoral Yang Digelar Polres Sekadau Dalam Rangka Menyikapi dan Mengantisipasi Maraknya Laporan Serta Pengaduan Masyarakat Mengenai Seringnya Pemadaman Listrik di Sekadau (Foto: Mus)
Suasana Rapat Lintas Sektoral Yang Digelar Polres Sekadau Dalam Rangka Menyikapi dan Mengantisipasi Maraknya Laporan Serta Pengaduan Masyarakat Mengenai Seringnya Pemadaman Listrik di Sekadau (Foto: Mus)

KalbarOnline, Sekadau – Dalam rangka menyikapi dan mengantisipasi maraknya laporan serta pengaduan masyarakat mengenai seringnya pemadaman listrik di wilayah Kabupaten Sekadau.

Polres Sekadau menggelar rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin oleh Wakapolres Sekadau dan dihadiri oleh Manajer PLN Rayon Sanggau – Sekadau, Rizky R, sejumlah Kapolsek, Danramil Nanga Taman, Kapt. Inf. Indra Fiansyah, sejumlah pemilik perhotelan, Dinas perhubungan, perwakilan Bank BRI, perwakilan Bank kalbar, Kades Mungguk, Kades Sungai Ringin, Tokoh masyarakat, Lembaga Kemasyarakatan dan undangan lainnya yang bertempat di Aula Mapolres Sekadau, Kamis (9/2) lalu.

Dampak listrik padam yang menjadi keluhan masyarakat konsumen PLN yakni diantaranya pelayanan publik terhambat, peralatan elektronik rusak, terganggunya aktivitas masyarakat, perekonomian terganggu, gangguan Kamtibmas dan bisa berakhir dengan unjuk rasa.

Wakapolres Sekadau, Kompol H Adiono W mengatakan banyak masyarakat belum mendapat informasi yang bisa dipertanggungjawabkan supaya masyarakat mengerti sebagai solusi dari laporan masyarakat.

Menurutnya, seperti yang tersebar di medsos atas nama David Darmawan yang merupakan warga Seberang Kapuas “Nasep warga Seberang Kapuas, PLN tiap hari tiap malam padam terus. Bila jak kamik demo agik.. Mawak masa besar – besaran dari berapa desa yang ada di Seberang”. Dengan demikian muncul anggapan, pemadaman hanya akal-akalan PLN.

“Sebelum semuanya terjadi, hendaknya pihak PLN segera ambil tindakan demi kenyamanan pelanggan,” ujar Wakapolres.

Senada dengan Wakapolres, Kades Sungai Ringin, Abdul Hamid dan Kades Mungguk, Agustami, sepakat menyatakan bahwa PLN tidak profesional karena apabila di koordinasi selalu beralasan alam dan kerusakan mesin.

Ditegaskan Abdul Hamid, Kalau memang terjadi kerusakan seharusnya pihak PLN memiliki persediaan apa alat yang rusak.

“Jangan selalu tunggu sudah rusak baru pesan, mau sampai kapan terus begitu,” terangnya.

Menurutnya, apabila hanya beralasan ada gangguan alam seperti kayu disekitaran instalasi, Kades Mungguk Agustami mengatakan itu hanya alasan klasik.

“Desa punya perangkat, kalau mau membersihkan, ya tinggal dikoordinasikan. Kan anggarannya ada, kalau beranggapan takut di adat warga, itu bohong karena tidak pernah berkoordinasi,” pungkas Agus.

Menanggapi keluhan tersebut, berikut penjelasan Manager PLN rayon Sekadau, Rizky yang bertugas sejak September 2016 di Sekadau.

“Listrik di Kabupaten Sekadau disuplai dari mesin PLTD Suak Payung, yang terdiri dari mesin PLN 1.200 KW dan mesin sewa milik PT Ensas Pelita Usaha sebesar 6.000 KW sehingga total daya mampu 7.200 KW,” ujarnya.

Untuk beban puncak malam di Kabupaten Sekadau, dijelaskan Rizky, sekitar 8.600 KW yang artinya ada defisit sekitar 1.400 KW sehingga sebagian Kabupaten Sekadau disuplai dari PLTU Sanggau.

“Untuk kondisi saat ini, ada kerusakan LV Panel dan vibrasi pada mesin sewa PT Ensas yang menyebabkan daya mampu berkurang menjadi 3.800 KW. Kondisi ini ditambah juga dengan adanya gangguan di PLTU Sanggau sehingga belum bisa suplai ke arah sekadau,” paparnya.

“Oleh karena itu PLN Sekadau melakukan pemadaman bergilir siang dan malam dan saat ini PLN sedang mengupayakan perbaikan dan penormalan mesin agar suplai listrik kembali normal,” tandasnya.

Terkait hal tersebut dihimbau kepada pelanggan PLN yang tidak mengalami pemadaman bergilir agar menghemat listrik dan mengurangi pemakaian alat elektronik sehingga pemadaman bergilir dapat di minimalisir periodenya dan penormalan bisa dilaksanakan lebih cepat dari yang telah dijadwalkan. (Mus)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY