Kehidupan Mewah Anak Konglomerat Rusia yang Seperti Punya Pabrik Uang Sendiri (Foto: Ist)
Kehidupan Mewah Anak Konglomerat Rusia yang Seperti Punya Pabrik Uang Sendiri (Foto: Ist)

KalbarOnline, Gaya Hidup – Hidup bergelimang harta memang enak, tapi apa mereka sadar ya masih banyak yang kelaparan.

Bukan hanya di Indonesia, kesenjangan hampir ditemukan di seluruh tempat di penjuru dunia. Adalah lazim ditemui di mana pun anak-anak orang berduit hidup bermewah-mewah, sedang orang miskin harus meminta-minta.

Seperti yang KalbarOnline lansir dari Boombastis.com, Hongkong, beberapa lalu menjadi viral gara-gara diketahui menyimpan fenomena bocah-bocah kaya yang kelakuannya naudzubilah. Sungguh miris melihat kelakuan semena-mena mereka.

Tak habis dengan Hongkong, di Rusia pun juga ada fenomena yang serupa. Dan berikut adalah 6 potret bagaimana kelakuan mubazir para anak-anak konglomerat di sana yang bakal membuatmu diam seribu bahasa. Di satu sisi kamu mungkin akan takjub dengan segala kemewahan dan megahnya gaya hidup mereka, namun di sisi lain bikin hati miris melihatnya.

Bagi mereka sih uang tinggal minta saja, seolah sudah punya percetakannya sendiri, tidak perlu repot-repot kerja

Senjata jadi mainan sehari-hari, bahkan kalau perlu tidak ada salahnya memakainya. Kalau kena kasus tinggal bayar saja biar bisa bebas

Plesiran, jangan pikir mau naik pesawat biasa, yang ada malah pilih kelas yang harganya berjuta-juta, gengsi dong sama orang biasa

Banyak minuman keras ternama yang sengaja di impor dari luar, buat kepentingan kesenangan semata

Masalah syahwat, itu hal yang biasa, tinggal tunjuk kasih uang, puas deh mereka. Mau cantik, seksi, apapun itu, asal ada uang, jadi deh hubungan ranjang

Inilah liburan sederhana bagi mereka, pakai kapal feri pribadi, berpesta dengan teman-teman hedonnya

Memang seperti itulah kehidupan super hedonnya anak konglomerat Rusia. Mulai dari mobil, aksesoris, bahkan masalah pemenuhan syahwat, semua sudah disediakan. Ironis ya, padahal mungkin saja di negaranya banyak orang kelaparan, namun mereka masih saja buang-buang uang.

(Fai)

 

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY