Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir Beserta Istri dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero, Saat Menghadiri Rangkaian Kegiatan Milad Muhammadiyah ke-105 Yang Digelar PD Nasyiatul Aisyiah Kapuas Hulu (Foto: Ishaq)
Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir Beserta Istri dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero, Saat Menghadiri Rangkaian Kegiatan Milad Muhammadiyah ke-105 Yang Digelar PD Nasyiatul Aisyiah Kapuas Hulu (Foto: Ishaq)

Dorong pemerintah dalam pencegahan stunting

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Memperingati milad atau HUT Muhammadiyah ke-105, Pengurus Daerah Nasyiatul Aisyiah (PDNA) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar berbagai kegiatan diantaranya adalah senam massal, jalan sehat, donor darah, mobil pintar, konseling gizi, cek kesehatan dan door prize.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Kapuas Hulu yang diikuti ribuan masyarakat Kapuas Hulu, Minggu (26/11).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Ir H Muhammad Sukri, Waka Polres, Kaddim 1206 Putussibau, sejumlah Kepala SPKD, Pimpinan BNI Putussibau, Ketua PKK, Erlinawati Nasir, SH.MAP, Ketua LPTQ, Drs H Hasan M, M.Si, Pengurus Daerah Muhammadiyah, PD Aisyiah, PD Nasyiatul Aisyiah, FKPPI, MPC Pemuda Pancasila, PMI, PMR, KAHMI dan undangan lainnya.

Ketua Panitia kampanye gizi Nasional, Efi Fitriani, A.Ma yang juga Sekretaris PD Nasyiatul Aisyiah Kabupaten Kapuas Hulu menyampaikan bahwa masa anak-anak adalah masa emas yang harus kita perhatikan dengan sebaik mungkin.

“Maka dari itu, kami Pengurus Daerah Nasyiatul Aisyiah melalui gerakan gizi nasional ini, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu untuk selalu hidup sehat dan mencegah stunting,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa pada Milad Muhammadiyah yang ke 105, PDNA Kapuas Hulu menggiatkan kampanye gizi nasional yang bertujuan untuk mengajak masyarakat terutama Pemerintah untuk mendorong perhatian terhadap kondisi mengkhawatirkan ini pada generasi Indonesia mengenai kekerdilan pada anak akibat kekurangan gizi (stunting).

Disamping itu, menurut Efi, berdasarkan data Nasional, bahwa Kalimantan Barat menduduki peringkat ke 5 Nasional masalah stunting di Indonesia.

“Dalam hal ini, kami PDNA Kapuas Hulu sebagai perpanjangan tangan Pengurus Pusat Nasyiatul Aisyiah bekerjasama dengan Ima World Healht (IWH) yaitu organisasi Nirlaba yang berkantor di Washington DC Amerika bergerak dalam pencegahan stunting ini,” tukasnya.

“Ada tujuh Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu yang menjadi sasaran prioritas kerja kami yaitu Putussibau Selatan, Boyan Tanjung, Embaloh Hulu, Bunut Hulu, Jongkong, Selimbau dan Kecamatan Silat Hulu. Kami melakukan pendekatan dengan Dinas Kesehatan, Pukesmas, Posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat serta keterlibatan banyak pihak,” ungkapnya.

“Kami atas nama Pengurus Daerah Nasyiatul Aisyah Kabupaten Kapuas Hulu mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kapuas Hulu, dan sejumlah pihak lainnya yang telah berpartisipasi mensukseskan kegiatan ini,” tandasnya. (Ishaq)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY