KalbarOnline, Sintang – Induk Koperasi Konsumsi Indonesia (IKKI) adalah organisasi yang memayungi gerakan koperasi konsumsi (consumer union) yang bergerak di sektor retail di seluruh Indonesia.

Gerakan ini dicetuskan oleh Robby Tulus dan dirintis sejak tahun 2012 dengan ditandai pendirian toko pertamanya di Kalimantan Barat. Consumer Union ini dikembangkan secara multistakeholder dengan konsep kepemilikan oleh konsumen, pekerja, produsen. dikembangkan secara mandiri dan berpijak pada nilai-nilai dan prinsip koperasi.

Maka dari itu Bupati Sintang yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan Nasional atau RATNAS ke-3 yang dilaksanakan di Ballroom Hotel My Home Kabupaten Sintang yang ditandai dengan pemukulan gong, Selasa (12/7).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah menyampaikan sambutan Bupati Sintang dihadapan para peserta rapat nasional yang dihadiri dari berbagai daerah nusantara, mengatakan, perekonomian nasional kita dipertengahan tahun 2016 ini masih menghadapi beberapa isu strategis seperti pertumbuhan ekonomi yang rendah, sekitar 4 sampai dengan 5 % krisis pangan, yang terlihat peningkatan harga pangan yang cukup tajam, jumlah penduduk miskin mencapai 28,5 juta orang atau setara 11,2 persen serta kesenjangan sosial yang cukup besar, dimana koefisien gini di akhir tahun 2015 sudah mencapai 0,47, tentunya dengan isu perekonomian nasional itu akan berdampak ke semua daerah termasuk di Kabupaten Sintang, seperti anjloknya harga komoditas karet dan sawit, pendapatan masyarakat menjadi menuru, daya beli masyarakat melemah dan transaksi perdagangan kosmetik berkurang,” tutur Yosepha.

Lanjut Yosepha, sesuai dengan visi misi Bupati Sintang, terwujudkan masyarakat Kabupaten Sintang yang cerdas, sehat, maju, religius, dan sejahtera yang didukung penerapan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih pada tahun 2021, “tentunya ada penggerak utama atau prime over pembangunan, salah satu yang terkait adalah mengimplementasikan melalui hilirisasi produk, yang dimana akan mengupayakan komoditas sawit dan karet harus menjadi primadona daerah yang tidak hanya menghasilkan bahan baku, akan tetapi harus sudah dalam bentuk turunan atau barang jadi,” tambahnya.

“Saya berharap kepada pihak IKKI agar terus meningkatkan kualitas pelayanan jasa keuangan kepada seluruh anggotanya, karena saat inikita dituntut untuk meningkatkan kualitas yang ada pada diri dan organisasi kita, selain itu juga kepada IKKI dan koperasi lainnya agar terus memperluas agenda pengentasan kemiskinan melalui program padat karga serta melakukan penguatan kelembagaan petani, dengan demikian Pemerintah Daerah perlu dukungan dari berbagai pihak termasuk kepada Induk Koperasi Konsumsi Indonesia ini,” harap Yosepha.

Sementara Ketua Pengurus Konsumen 52 yang dimana menjadi tuan rumah, Munaldus mengatakan, bahwa IKKI ini merupakan koperasi yang memiliki beberapa koprasi seperti CU.Keling Kumang, Koperasi 52, Koperasi 77, Koperasi Produksi, Yayasan Keling Kumang, yang dimana merupakan kerjasama, sehingga rapat nasional ini diadakan selama 3 hari dimulai dari tanggal 12-14 Juli 2016, dengan jumlah peserta sebanyak 44 orang, 20 orang berasal dari luar daerah Kalimantan Barat dan kami juga merasa senang karena Kabupaten Sintang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan Nasional yang ketiga ini,” ungkap Munaldus.

Terlebih, Ketua Induk Koperasi Konsumsi Indonesia (IKKI), Emanuel Fran Supriyanto mengatakan, tentunya ratnas kali ini diadakan di Kabupaten Sintang, banyak yang bertanya, kenapa kami memilih Kabupaten Sintang sebagai tuan rumah RATNAS ke-3 ini, kenapa tidak di kota lain, paparnya, Fran menjelaskan begitu panggilannya, bahwa ada beberapa poin penting yang dapat kami simpulkan kenapa Kabupaten Sintang bisa terpilih sebagai tuan rumah RATNAS ke-3, karena Kabupaten Sintang memiliki pertumbuhan, perkembangan ekonomi yang begitu pesat, maju sehingga dapat menggerakan perekonomian di sektor pertanian, sosial ekonomi, dan sosial budaya, tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkapnya.

“Untuk sekarang Induk Koperasi Konsumsi Indonesia atau IKKI ini merupakan koperasi yang bergerak secara sosial bukan secara financial, karena disini kami membuat masyarakat agar dapat menggunakan memilih IKKI sebagai consumer unionnya, terlebih dari itu semua tentunya perusaahaan juga telah memiliki Standar Minimal Pelayanan yang mengacu kepada koperasi koperasi lainnya,” pungkasnya. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY