Pelajar SDN 20 Nanga Semalam, Harus Berjuang Melintasi Hutan Demi Menempuh Pendidikan (Foto: Mus)
Pelajar SDN 20 Nanga Semalam, Harus Berjuang Melintasi Hutan Demi Menempuh Pendidikan (Foto: Mus)

KalbarOnline, Sekadau – Kondisi geografis kampung Nanga Semalam, Dusun Resak Balai, Desa Merbang, Kecamatan Belitang Hilir dinilai sangat tepat apabila dipindahkan ke Dusun Enteras, Desa Sungai Ayak Dua, Kecamatan Belitang Hilir.

Hal ini dikarenakan, kampung Nanga Semalam itu sendiri sudah tidak ada lagi warga yang menghuni selain aktivitas warga berkebun atau memelihara satwa jinak. Sekolah tersebut sebelumnya berada di dataran rendah yang kemudian hari dipindahkan ke dataran tinggi untuk menghindari banjir.

“SD 20 Nanga Semalam dibangun tahun 1982. Rencana lokasi di dusun Resak Balai. Waktu itu isunya karena kontraktor atau pemborong tak mau angkut bahan bangunan ke Resak Balai maka dibangunlah di Nanga Semalam,” ungkap Warga Asal Resak Balai, Paulus Florus, Senin (10/4).

Melalui pesan instannya, dia mengatakan, sebaiknya dicarikan solusi untuk kelanjutan aktivitas belajar mengajar di daerah tersebut.

“Salah satu solusinya, SDN 20 itu pindah lokasi ke Dusun Enteras lebih baik. Pertimbangannya tentu anak-anak Resak Balai bisa mudah ke Enteras, karena jalan bebas banjir. Selain itu, kampung penunjang seperti Entapang dan Tapang Danan bisa lebih mudah ke Enteras untuk menempuh pendidikan,” tukas bapak dua anak itu.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sekadau, Djemain Burhan mengatakan sudah diusulkan unit sekolah baru di Enteras.

“Mengenai realisasinya, kita tunggu saja nanti kalau sudah disetujui,” pungkasnya. (Mus)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY