KalbarOnline, Sanggau – Membangun dari desa – desa ke dusun – dusun itu adalah program sebagai perwujudan dan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sanggau yang disebut Sanggau ‘Mapan’ (maju dan terdepan) semangat patriotnya Sabang Merah (Sanggau bangga mengukir sejarah).

“Jadi kalau di Dusun Selayang, Desa Sansat ini telah membangun gedung balai dusun dan PAUD tentu desa ini adalah salah satu bagian dari Kepala Desa dan masyarakatnya mengukir sejarah yang merupakan bagian dari Kabupaten Sanggau,” ujar Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot saat meresmikan Gedung Balai Dusun dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diresmikan oleh Ketua HIMPAUDI Kabupaten Sanggau, Kusbariah Ontot secara bersamaan, di Dusun Selayang, Desa Sansat, Kecamatan Toba, Jum’at (21/7).

“Kita membangun mulai dari desa yang disebut desa fokus. Program Desa fokus ini sudah lama dan lebih dulu dari program Presiden yang sekarang ini yaitu program Nawacita. Program Nawacita ini adalah program bagaimana membangun dari pinggiran kota, daerah terluar, tertinggal dan terpencil (3T) dan ini tentunya seiring dengan apa yang telah ditelurkan melalui seven brand images, yaitu Sanggau pintar, Sanggau sehat, Sanggau budiman,” terang orang nomor dua di Kabupaten Sanggau ini.

Sementara Kusbariah Ontot selaku Ketua HIMPAUDI menyampaikan bahwa para masyarakat yang mempunyai anak usia dini untuk ikut sekolah PAUD. Ia meminta untuk para orang tua jangan takut untuk anaknya sekolah PAUD hanya karena harus punya seragam, “karena seragam itu tidak diharuskan, ini imbauan Bupati di tahun 2016 tidak diharuskan berseragam, mengigat mungkin ada orang tua yang kurang mampu,” ujarnya.

Dikatakannya, kedepan untuk pengelola PAUD harus dipikirkan tidak mesti berseragam karena PAUD itu adalah bermain bukan di didik seperti TK dan SD.

“Jangan sampai terhalangi untuk sekolah PAUD karena tidak mampu membeli seragam tidak diterima itu tidak boleh, berseragam apabila yang mampu itu pun harus ada kesepakatan,” pesannya.

Perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, Tang menjelaskan bahwa sejak tahun 2012 PAUD di Kabupaten Sanggau sekitar 30 lembaga saja, sekarang sudah mencapai 320 lembaga dan gedung kurang lebih 30% dari 300, itu kurang lebih sekitar 45 gedung saja yang sudah dibangun.

“Tentunya pembangunan gedung ini tidak hanya berharap kepada pemerintah daerah saja, bagaimana pemerintah desa juga harus ikut berpartisipasi dalam membangun gedung ini,” ujarnya.

Ketua Panitia kegiatan, Martinus Abong mengatakan bahwa gedung PAUD dibangun dari dana desa seluas 35 m2, gedung balai dusun dibangun dari dana ADD seluas 54 m2, selebihnya swadaya masyarakat.

Hadir pada acara tersebut ketua HIMPAUDI kabupaten sanggau, perwakilan kadis pendidikan kabupaten sanggau, camat toba, kapolsek toba, danramil toba, kepala desa, tokoh agama, tokoh adat dan pemuka masyarakat. (Leo/Jimi Humas)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY