Wasekjend DPP Partai Golkar, Maman Abdurrahman, Saat Menunjukan Surat Keputusan Penetapan Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Foto: Ist)
Wasekjend DPP Partai Golkar, Maman Abdurrahman, Saat Menunjukan Surat Keputusan Penetapan Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Foto: Ist)

KalbarOnline, Pontianak – Wasekjend DPP Partai Golkar, Maman Abdurrahman mengungkapkan alasan Golkar mendukung duet Sutarmidji – Ria Norsan. Menurutnya ada beberapa aspek yang membuat Partai Golkar bulat mendukung duet tersebut.

Menyampaikan keputusan politik Partai Golkar berdasarkan rekomendasi usulan dari DPD 1, kata Maman, ada beberapa nama yang diusulkan berdasarkan aspirasi dari bawah, yaitu sebagai calon Gubernur diantaranya Karolin Margret Natasha, Hildi Hamid, Sutarmidji, Ria Norsan dan Adrianus Asia Sidot. Lalu mendaftarkan diri juga sebagai wakil Gubernur, Boyman Harun.

Pada kesempatan kali ini, kata dia, pertimbangan maupun dasar pertimbangan DPP Partai Golkar memutuskan terkait mengenai Pilgub Kalbar kedepan ada tiga nama rujukan awal DPP Partai Golkar.

Yang pertama adalah hasil survei, track record program selama menjabat, dan program kedepan.

Berdasarkan tiga rujukan ini, terkait hasil survei dan dirilis beberapa media serta melakukan survei internal sendiri yaitu Indo Barometer sudah mendapatkan hasil, berdasarkan urutan, Sutarmidji diposisi pertama 38 persen, kedua Karolin Margret Natasha, 23 persen dan ketiga Ria Norsan, 16 persen.

Lalu keempat Adrianus Asia Sidot, Hildi Hamid dan Milton Chrosby dipersentasi 3-5 persen.

“Berangkat dari hasil survei ini, kami melakukan seleksi terhadpa tiga nama, yaitu Sutarmidji, Karolin Margret Natasha, dan Ria Norsan. Kalau bedasarkan hasil survei seharusnya kita tidak ada pilihan lain mendukung Sutarmidji, namun kita tidak hanya melihat pertimbangan hasil survei, namun juga pada pertimbangan track record,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil survei kita tersebut, respon tingkat kepuasaan publik semenjak menjabat ada pada Ria Norsan 82 persen, Sutarmidji 78 persen, dan Milton Chrosby.

“Kenapa tidak ada nama Karolin Margret Natasha?, karena baru menjabat sebagai Bupati, jadi belum bisa diukur track recordnya,” tukasnya.

Kemudian mengenai visi pembangunan kedepan Kalbar, yang menjadi prioritas Partai Golkar adalah melakukan pengotimalisasi pembangunan daerah pedalaman, karena Golkar, kata dia, menyadari betul adanya ketimpangan daerah perkotaan dan pedalaman.

Berdasarkan kajian Golkar, salah satu penyebab lambatnya pembangunan adalah rentang luas wilayah Kalbar sangat luar biasa. Percepatan pembangunan daerah pedalaman adalah dengan melakukan pemekaran provinsi.

“Dan kami melihat bedasarkan diskusi, survei dan tindak lanjut kami, Sutarmidji dan Ria Norsan sangat berkomitmen mendorong pembangunan pedalaman khususnya pemekaran Provinsi Kapuas Raya,” tukasnya lagi.

Maman mengatakan, aspirasi masyarakat daerah pedalaman terhadap upaya pemekaran Provinsi Kapuas Raya luar biasa tinggi, memang terkendala proses administrasi.

Walaupun telah mendapat apresiasi DPR RI dan DPD  serta provinsi tinggi, maka dari itu besar harapan Golkar, lanjutnya, siapapun nanti menjadi Gubernur dan setelah melakukan penjajakan yang bersungguh-sungguh adalah Milton Chrosby, Sutarmidji dan Ria Norsan.

“Berdasarkan tiga hal inilah, saya mewakili DPP Golkar memutuskan melalui rapat pimpinan pilkada pusat sebanyak tiga kali, dan melalui proses perdebatan panjang,” jelasnya.

Dan bedasarkan surat DPP Partai Golkar, yang ditandatangani Ketua DPP Partai Golkar, Setya Novanto dan Sekjend Idrus Marham, Partai Golkar mendukung Sutarmidji menjadi Calon Gubernur dan Ria Norsan sebagai Calon Wakil Gubernur Kalbar. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY