Ketua DPC Golkar Pontianak, Heri Mustamin, Didampingi Sejumlah Pengurus Partai, Saat Menyerahkan Berkas Pendaftaran ke KPU, Yang Diterima Langsung Oleh Ketua KPU Pontianak (Foto: Ist)
Ketua DPC Golkar Pontianak, Heri Mustamin, Didampingi Sejumlah Pengurus Partai, Saat Menyerahkan Berkas Pendaftaran ke KPU, Yang Diterima Langsung Oleh Ketua KPU Pontianak (Foto: Ist)

Berkas dinyatakan lengkap

KalbarOnline, Pontianak – Pengurus DPC Partai Golkar Pontianak secara resmi mendaftarkan diri untuk menjadi peserta Pemilu 2019 mendatang ke KPU Kota Pontianak, Jalan Johar Pontianak, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPC Golkar Pontianak, Heri Mustamin.

“Kita mendaftar bersamaan dengan DPP,” ujar Heri Mustamin.

Menurutnya, ketika melakukan salinan pendaftaran, dari KPU tidak ada catatan, sesuai dengan yang terdaftar yaitu 1606.

“Yang disampaikan Alhamdulillah tidak ada masalah,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak juga mengatakan berkaitan dengan Pemilu akan segera dipersiapkan, karena dari 2018 ada pemilukada Pilgub dan Kabupaten/Kota serta ada Pileg dan Pilpres di 2019.

“Persiapan inilah yang akan terus dilakukan konsolidasi dalam rangka mensolidkan kader dan kemudian juga konsolidasi pada masyarakat karena paling penting konsolidasi dengan masyarakat, karena Golkar rohnya ada pada masyarakat, oleh karena itu kita juga merasa bersyukur karena di Kalbar, sudah ada calon (Sutarmidji-Ria Norsan),” tukasnya.

Sementara mengenai calon Wali Kota Pontianak, ia menyebutkan bahwa masih dalam proses. Namun untuk calon lainnya juga sudah dirilis.

“Ada beberapa calon yang telah dirilis, namun sampai hari ini hanya Pontianak dan Sanggau yang belum ditetapkan,” tukasnya.

Untuk Kota Pontianak, menurutnya, Edi Rusdi Kamtono kemungkinan akan diusung sebagai calon Wali Kota.

“Semua keputusan telah diambil alih DPP jadi kita menunggu, namun Golkar kota siap maju, baik nomor satu atau dua, tapi semua masih dalam proses, kita kan ada indikatornya,” tukasnya.

Meski demikian, Golkar akan berusaha mengusung kader sendiri, walaupun memang Golkar sudah ada paradigma baru.

Paradigma tersebut dipaparkannya, kalau dulu selalu ingin mengusung kadernya, tapi kali ini lebih mendengar pemikiran aspirasi masyarakat seperti apa.

Karena bagi Golkar, kekuasaan bukan segalanya, tapi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat menjadi perjuangan dan diperjuangan dengan segala upaya.

“Cawako belum, pak Edi kan juga ada daftar di Golkar, mungkin saja beliau, mungkin juga yang lain,” tandasnya penuh rahasia. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY