Bupati Ketapang, Martin Rantan Saat Memberikan Arahannya Pada Rakor Bersama SKPD (Foto: Ist)
Bupati Ketapang, Martin Rantan Saat Memberikan Arahannya Pada Rakor Bersama SKPD (Foto: Ist)

KalbarOnline, Ketapang – Bupati Ketapang, Martin Rantan SH menggelar rapat koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dalam rapat tersebut, Bupati memimpin pembahasan tentang serapan anggaran tahun 2017 serta menjaga ketersediaan sembako di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H.

Rapat digelar usai umat Islam melaksanakan Shalat Tarawih, dengan dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Drs H.M Mansur, M.Si dengan didampingi Asisten I, Donatus Franseda AP MM, Asisten II Farhan, SE., M.Si, Asisten III, Drs Heronius Tanam ME, dengan dihadiri para kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang. Rapat tersebut berlangsung di Aula Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Ketapang, Sabtu (3/4) malam lalu.

Dalam arahannya kepada SKPD, Bupati Martin Rantan, menyampaikan bahwa tahun lalu dia telah mendapat kehormatan menyampaikan sambutan pada acara penyerahan hasil audit BPK di Pontianak. Ketika itu, diungkapkan Bupati, bahwa dia mewakili para kepala daerah se-Kalbar. Rencananya, pada tahun ini, diungkapkan dia, hal yang akan dilakukannya kembali, yakni menyampaikan sambutan mewakili 14 kepala daerah di Kalbar.

Bupati berharap di tahun ini predikat Ketapang masih tetap mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP), opini tertinggi yang diberikan BPK dalam memeriksa keuangan daerah. Bupati menegaskan bahwa dia tidak mengharapkan Ketapang mendapat opini terendah yaktu discleamer.

“Artinya misi pertama kita melaksanakan kepemerintahan yang baik, salah satu barometernya adalah WTP. Artinya dari sisi pengelolaan keuangan sudah dianggap baik, tinggal kita mempertahankanya,” ujar Bupati.

Untuk selanjutnya Bupati juga berharap agar sesuatu yang belum bagus, dapat merapikannya supaya bagus. Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada SKPD yang telah membantu dan kooperatif dalam pemeriksaan BPK.

Terkait anggaran yang sedang berjalan saat ini, Bupati mengingatkan jika masalah ini adalah hal yang paling krusial. Tidak henti-hetinya Bupati mengakui jika dia kerap memanggil SKPD-SKPD, terkait serapan anggaran yang masih rendah.

“Saya sudah sering memanggil dinas-dinas terkait urusan serapan anggaran, seperti (Dinas) PU dan Dinas Pertanian. Ini tiga hari sekali saya panggil,” tegas Bupati.

Hal tersebut dilakukan dia lantaran tidak mau lagi kejadian seperti tahun lalu terulang kembali. Pasalnya, diingatkan dia jika kejadian tersebut berimbas pada pemotongan dana alokasi khusus (DAK) sebesar 10 persen, dan DAK, Rp164 miliar.

Belum lagi, dia menambahkan, di penghujung tahun masih ada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan transaksi. Padahal itu, dinyatakan Bupati, tidak boleh dan dilarang. Bupati mengingatkan kembali agar serapan anggaran ini disegerakan.

“Jika tidak, APBD murni tidak selesai, maka akan ketimpa APBD perubahan, sehingga nanti akan menumpuk di bulan Desember,” ungkapnya.

“Jangan sampai terjadi dan serapan anggaran dapat berjalan dengan waktu terjadwal. Jangan kita membiarkan yang menumpuk di akhir tahun sehingga kerja tidak maskimal,” timpalnya.

Terkait dengan ketersediaan sembako dalam bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Bupati menginstruksikan kepada Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Ketapang, untuk terus melakukan pemantauan harga dan melakukan operasi pasar dan melakukan sidak untuk mengecek barang-barang yang kedaluwarsa.

Usai memberikan arahan, Bupati membuka dialog dengan jajaran SKPD beserta masukan dan saran dari para Asisten, dalam kerangka mengevaluasi kegiatan dan program yang sudah, sedang, dan akan berjalan, guna bahan untuk perbaikan penyerapan anggaran yang lebih optimal. (Adi/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY