Bupati Sintang Jarot Winarno (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang Jarot Winarno (Foto: Sg/Hms)

Jarot: Supaya putera-puteri daerah bisa ikut

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang sudah mengambil langkah cepat dalam menanggapi adanya respon penolakan dari program Guru Garis Depan (GGD) oleh sejumlah massa dari aliansi, organisasi, dan mahasiswa di Kabupaten Sintang.

Untuk itu, dirinya akan menagih komitmen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan merombak program Guru Garis Depan (GGD).

Meski demikian, lanjut Bupati, Kemendikbud meminta untuk dilakukan seleksi secara ketat.

Untuk itu, Bupati akan mendelegasikan kepada universitas lokal.

Bupati juga menegaskan, bahwa dirinya akan meminta keringan dari persyaratan GGD yang mengharuskan peserta mengikuti SM3T serta sertifikasi guru (PPD).

“Ini kendala untuk putera-puteri daerah kita. Persyaratannya kan harus sudah mengikuti SM3T dan sertifikasi guru (PPG), saya rasa ini yang menjadi kesulitan kita,” tukasnya.

Apabila tetap mengharuskan SM3T, Bupati menegaskan bahwa pihaknya akan meminta agar pemerintah mendesain program SM3T, kemudian di kabupaten masing-masing agar sarjana yang merupakan putera-puteri daerah bisa ikut.

“Baik dari STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Universitas Kapuas, atau dari luar jadi bisa ikut. Tapi desainnya mesti memudahkan kita yang ada di daerah,” tukasnya. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY