Suanasa Upacara Peringatan Harkitnas ke-110 Pemkab Kubu Raya yang Dipimpin Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus (Foto: ian)
Suanasa Upacara Peringatan Harkitnas ke-110 Pemkab Kubu Raya yang Dipimpin Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus (Foto: ian)

Gelar Upacara Bendera

KalbarOnline, Kubu Raya – Pada minggu pertama Bulan Suci Ramadan 1439 H, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-110 tahun 2018, dengan upacara bendera yang dipimpin Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus, Senin (21/5).

Pelaksanaan Harkitnas ke-110 kali ini mengambil tema ‘Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital’.

Upacara tersebut dihadiri Pegawai Negeri Sipil serta Non Pegawai Negeri Sipil di lingkungan kerja Pemkab Kubu Raya.

Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan dua tahun lagi kita akan memasuki sebuah era keemasan dalam konsep kependudukan, yaitu bonus demografi.

“Bonus demografi menyuguhkan potensi keuntungan bagi bangsa karena proporsi penduduk usia produktif lebih tinggi disbanding penduduk usia non-produktif. Menurut perkiraan BPS, rentang masa ini akan berpuncak nanti pada tahun 2028 sampai 2031, yang berarti tinggal 10-13 tahun lagi. Pada saat itu nanti, angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah, yakni 46,9 persen,” ujar Wabup Hermanus.

Oleh sebab itu, sambung dia, mari bersama-sama jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negative, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilahturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat darinya.

“Pepatah Aceh mengatakan, Pikulan satu dipikul berdua, rapat-rapat seperti biji timun suri, artinya kita harus menjaga persatuan dalam memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapatkan barisan, jangan sampai terpecah-belah. Demikian juga, dalam konteks menghadapi digitalisasi ini, kita semua harus dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah,” ajak Wabup Hermanus.

Dengan demikian, kita harus bisa, sepikul berdua, menjaga dunia serbadigital ini, agar menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti, yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus kita. (ian)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY