KalbarOnline, Sintang – Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang menggelar Peringatan Hari Malaria se-Dunia yang setiap tanggal 25 April diperingati, untuk Kabupaten Sintang dilaksanakan di Puskesmas Sungai Durian pada hari Selasa (25/4) dengan ditandai pelepasan balon yang dihadiri langsung oleh Bupati Sintang didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD A.M Djoen Sintang.

Jarot Winarno, Bupati Sintang mengatakan bahwa malaria ini merupakan penyakit yang sudah ada pada sejak zaman dahulu, sejak abad ke 16, “perlu kita ketahui semuanya penyakit malaria itu sudah dikenal dan sudah ada sejak zaman romawi, sejak dahulu kala, ketika aktivitas kolonialisasi penjajahan negara barat terhadap hutan Indonesia,dan mulai berkembang saat abad ke 17, hal ini disebabkan oleh”. Kata Jarot.

pada masa itu, sambung Bupati Sintang, semakin berkembangnya penyakit malaria tersebut, ada upaya manusia pada zaman itu harus dapat menemukan tanaman tumbuhan sebagai obat malaria, ada ribuan tumbuhan, seperti minum air dari akar hidu, daun pepaya, sehingga ditemukanlah saat ini rezimen obat yang dapat menyembuhkan malaria, tapi kondisi saat ini malaria tidak hilang, kemudian muncullah komitmen bersama yang disebut Komitmen Global Millenium Development Gold, yang dimana dunia saat ini gencar untuk memberantas malaria hingga pada tahun 2030 nanti, dan bisa terbebas dari penyakit malaria. Sambung Jarot.

Menurut Jarot dalam sambutannya,penyakit malaria merupakan penyakit yang tidak menular dan bisa diberantas bersama-sama, “parasit pada penyakit malaria ini tidak ditularkan melalui satu orang ke orang lain, melainkan dari se-ekor nyamuk yang berkembang biak ditempat-tempat kotor, sebenarnya untuk memberantas malaria itu mudah, kita perlu mendeteksi adanya obat untuk membasmi parasit nyamuk dan membunuh vector nyamuknya”. Ungkap Jarot.

Malaria untuk di Kabupaten Sintang masih banyak , kegiatan ini selain memperingati hari malaria sedunia kita juga mencanangkan Kabupaten Sintang harus bebas penyakit malaria, kalau bisa target kita secepat mungkin dan harus bisa bebas malaria pada tahun 2020, dengan ditopang kinerja tenaga medis tenaga kesehatan pada setiap kecamatan untuk membantu mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana membasmi dan memberantas sarang nyamuk yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit malaria ini, sehingga momentum ini merupakan moment yang sangat baik, untuk kita bersama-sama segera membasmi malaria.

Masih kata Bupati Sintang, “didunia ini ada sekitar 46% penyakit malaria yang tingkat penyakitnya sudah menurun untuk di Asia, khusus di Indonesia sendiri ada 514 Kabupaten/Kota, dan hanya 247 Kabupaten/Kota yang sudah mendapatkan predikat eliminasi malaria, dan perlu diketahui Kabupaten SIntang termasuk juga masih ada orang yang terkena penyakit malaria dengan kategori endemis ringan dan endemis sedang.” Imbuhnya.

“mari kita cegah timbulnya penyakit malaria di Kabupaten Sintang, dengan saling bahu membahu untuk mengaliri genangan air yang tersumbat, karena air yang sumbat merupakan tempat berkembang biaknya nyamuk, mari kita buat gerakan bersama pola hidup sehat dan bersih, agar dapat terhindar dari penyakit malaria dan Sintang bisa bebas malaria target pada tahun 2020”. Pesan Jarot.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr.Harysinto Linoh, mengatakan peringatan hari malaria se-dunia ini tidak hanya sekedar seremoni belaka, akan tetapi sekaligus untuk mencanangkan juga bahwa dunia bebas malaria pada tahun 2030.

Menurut Sinto, sapaan akrabnya, di Kabupaten Sintang kondisi malaria Angka Parasit Insiden (API) mencapai 0,65%, hal ini menunjukan adanya penurunan manusia yang terjangkit penyakit malaria, yang dimana pada saat itu kasus terbanyak terdapat pada Kecamatan Serawai, dan Kecamatan Ketungau Hilir tepatnya di Desa Serangas, hal ini menunjukan kondisi Sintang dapat membasmi dan memberantas malaria untuk kedepannya.

“kami juga sudah melaksanakan kegiatan eliminasi malaria yang dilakukan memeriksa ibu hamil yang sedang mengalami gejala panas badan, kita sudah melakukan penyemprotan, pemberian kelambu kepada masyarakat, sehingga kita berkomitmen satu atau dua tahun kedepannya Kabupaten Sintang dapat bebas dari penyakit malaria”. Tutup Sinto.(Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY