Salah seorang pekerja PT Rezki Widyatama Anugerah sebagai vendor PLN Ketapang, saat melakukan instalasi tiang listrik di Air Upas (Foto: Jansen/Adi LC)
Salah seorang pekerja PT Rezki Widyatama Anugerah sebagai vendor PLN Ketapang, saat melakukan instalasi tiang listrik di Air Upas (Foto: Jansen/Adi LC)

KalbarOnline, Ketapang – Sejalan dengan upaya peningkatan program pembangunan jaringan listrik desa yang bertujuan meningkatkan rasio elektrifikasi di Kabupaten Ketapang. PT PLN (Persero) Area Ketapang melalui PT Rezki Widyatama Anugerah selaku vendor, terus meningkatkan pemasangan tiang pada titik-titik yang telah dipetakan.

Pimpinan PT Rezki Widyatama Anugerah, Salbani melalui koordinator lapangannya, Saimin saat dikonfirmasi KalbarOnline.com menjelaskan bahwa percepatan pemasangan tiang dilakukan agar instalasi ke rumah-rumah dapat segera terealisasi.

“Diharapkan warga yang belum merasakan penerangan dapat segera menikmati layanan penerangan dari PLN,” ujarnya, Kamis (5/4).

Dijelaskannya, dua Dusun di Desa Air Upas, Kecamatan Air Upas yakni Dusun Kalibambang dan Air Tebadak mendapat penambahan sebanyak 15 tiang, masing – masing Kalibambang 8 tiang dan Air Tebadak 7 tiang.

Saimin berharap kiranya dalam pemasangan tiang tersebut warga setempat dapat mendukung program pemerintah ini dengan bijaksana.

“Beberapa hambatan yang sering terjadi di lapangan, tak jarang pada titik yang akan didirikan tiang terdapat pohon tanaman warga yang tidak diijinkan untuk dipotong tentunya ini sangat menggangu pemasangan instalasi, dan juga tentunya berbahaya jika instalasi telah dialiri listrik kedepannya,” tukas Saimin.

Hambatan lain, lanjutnya, juga terjadi saat akan didirikan tiang, pemilik tanah tidak berada ditempat untuk dimintai kesediaannya didirikan tiang di lokasi tersebut.

Karna menurut Saimin, tradisi warga setempat harus tetap dihargai agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Saimin juga menceriterakan pengalamannya ketika mengganti rugi pohon yang dipotong, padahal sudah diberi ijin oleh warga disekitar untuk pemasangan titik tiang, namun ternyata pemiliknya orang lain.

Walaupun merasa terjebak, namun Saimin dengan berbesar hati meredam permasalahan dengan membayar ganti rugi kepada pemilik pohon dengan patungan bersama pekerja yang ada.

“Kami ingin yang terbaik, agar semua program pemerintah khususnya pemerataan listrik hingga ke pelosok dapat berjalan lancar dan masyarakat lebih sejahtera dengan adanya layanan listrik dari PLN,” pungkasnya. (Jansen/Adi LC)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY