Calon Gubernur Kalbar, Kartius (Foto: Ist)
Calon Gubernur Kalbar, Kartius (Foto: Ist)

Kartius: Harga diri saya tidak dapat diukur dengan uang

KalbarOnline, Pontianak – Bakal calon Gubernur Kalbar jalur perseorangan di Pilkada 2018, Kartius menegaskan bahwa pencalonan dirinya bersama Pensong merupakan bentuk keseriusan.

Ia juga menepis isu liar yang berhembus yang beranggapan bahwa duet Kartius-Pensong merupakan calon bayangan.

Ia menegaskan keikutsertaan dirinya bersama Pensong berangkat dari hati nurani untuk mengabdi penuh kepada masyarakat dan membawa kemajuan bagi pembangunan wilayah Provinsi Kalbar mendatang.

“Saya memang tidak punya uang beratus-ratus miliar. Tolong catat ini. Saya adalah Kartius. Saya punya prinsip, ketika sudah melangkah maka pantang mundur,” tegasnya saat memberikan keterangan pers usai serahkan syarat dukungan calon perseorangan di Kantor KPU Provinsi Kalbar, Jalan Subarkah Nomor 1, Jumat (24/11) siang.

Ia juga menegaskan bahwa ia tidak akan tergiur dengan godaan materi berupa uang berlimpah, jika seandainya ada pihak-pihak yang meminta dirinya mundur dari bursa Pilkada Kalbar 2018.

“Ingat, harga diri saya tidak bisa diukur dengan uang. Ndak usah antar Rp10 miliar, Rp50 miliar atau lebih ke rumah saya. Harga diri saya tidak diukur lewat uang. Kalau saya sudah terdaftar, saya tidak akan mundur,” tegasnya lagi.

Selain itu, Kartius juga menegaskan perbedaan pandangan dirinya dengan anggapan berbagai pihak yang menyebutkan calon independen atau perseorang punya kans kecil dan akan kesulitan mencapai puncak demokrasi saat kontestasi Pilkada.

“Seberat apapun itu, tidak ada hal yang tidak mungkin selama diusahakan. Saya sependapat dengan Presiden Kedua RI, Soeharto, tidak ada gunung yang tidak bisa didaki, tidak ada lautan yang tidak bisa diseberangi,” tekadnya.

Menurutnya, keseriusan maju di Pilgub 2018 sudah ia mulai sejak tahun 2011 silam.

Bahkan, Kartius yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalbar ini juga mengklaim bahwa jumlah dukungan syarat calon independen yang dikumpulkan oleh tim suksesnya Orang Kartius (OK) dan relawan sudah melebihi target KPU.

KPU menetapkan target minimal 8,5 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau 300.883 dukungan e-KTP/ Surat Keterangan (Suket).

“Kalau semua hampir 500 ribuan dukungan e-KTP yang dikumpulkan selama dua tahun di 14 Kabupaten/Kota. Saat penyerahan ini, kami bawa 303.127 dukungan fotokopi e-KTP dulu dari delapan kabupaten/ kota di wilayah Kalbar. Kami yakin lolos menjadi paslon,” optimisnya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan e-KTP didapatkan oleh pihaknya dari warga di Kabupaten Landak, Singkawang, Kubu Raya, Sambas, Kapuas Hulu, Bengkayang, Sekadau, Sintang dan Ketapang.

Ketapang, diungkapkan Kartius, menjadi Kabupaten terbanyak dukungan e-KTP dengan capaian sekitar 100 ribu lebih.

“Saya tegaskan ya, misal orang bilang Kartius itu tiba-tiba calon Gubernur. Itu merampot lah. Semenjak saya jadi Penjabat Bupati Ketapang saya juga makin aktif bergerak. Sekitar dua tahunan telah mengumpulkan dukungan,” jelasnya.

Ia juga memastikan dukungan e-KTP dikumpulkan oleh tim dan relawan secara profesional.

“Dipastikan tidak ada e-KTP ganda, karena kan sudah menggunakan Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Sudah diunggah, tinggal diverifikasi oleh verifikator KPU,” terangnya.

Mengenai visi misi dan program kerja, Kartius menegaskan tidak akan banyak yang janji. Jika rakyat dan Tuhan mengizinkan ia bersama Pensong duduki jabatan nomor satu di Bumi Tanjungpura, ia akan melanjutkan program Gubernur saat ini yang masih aktif yakni Cornelis.

“Indonesia merdeka sudah 72 tahun, tapi jalan belum baik sedangkan orang (negara lain_red) sudah naik ke bulan. Itu tugas di masa pemerintahan mendatang,” tandasnya. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY