Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Foto Bersama Usai Acara FGD Peningkatan Daya Saing Industri Pariwisata Bersama (Foto: Jim Hms)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Foto Bersama Usai Acara FGD Peningkatan Daya Saing Industri Pariwisata Bersama (Foto: Jim Hms)

Sutarmidji: Peran Generasi Muda Sangat Penting

KalbarOnline, Pontianak – Keterlibatan kaum muda dalam membawa kemajuan Kota Pontianak tak bisa dipungkiri. Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, dalam beberapa program Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, pihaknya melibatkan komunitas anak-anak muda.

Ia menilai, peran generasi muda sangat penting sebab merekalah yang menentukan arah mau dibawa ke mana Pontianak ini ke depan.

“Mereka yang bisa membuat Pontianak mengikuti tren kemajuan dalam segala hal makanya saya selalu melibatkan anak-anak muda,” ujarnya saat berbicara sebagai keynote speaker Focus Group Discussion (FGD) peningkatan daya saing industri pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Selasa (7/2) kemarin.

Salah satu komunitas yang diawaki kaum muda dilibatkan Pemkot Pontianak yakni Pontianak Digital Stream (PDS). Komunitas ini, kata Sutarmidji, terdiri dari anak-anak muda yang paham mengenai IT.

Keterlibatan PDS bekerja sama dengan Pemkot berawal dari program smart city. Tidak sedikit peran kaum muda dalam program tersebut. Mereka mengembangkan berbagai aplikasi, diantaranya aplikasi Angkuts.

“Bahkan aplikasi yang digunakan pada smartphone itu mampu unjuk gigi di tingkat nasional merebut juara dua dan tiga,” ucap Sutarmidji.

Kerja sama itu berlanjut dengan membuat semacam ruang pantau yang bernama Pontianak Command Center (PCC). Tidak hanya sebagai ruang pantau, PCC juga berfungsi sebagai pusat data dan sarana mempromosikan Kota Pontianak melalui IT.

“Ruangannya ada di sebelah ruang kerja saya. Sudah kita siapkan semua dan mereka kita libatkan dalam pengelolaan ruang command center itu,” imbuhnya.

Sebagai bentuk promosi, Pontianak juga telah memiliki city branding dengan mengusung nama ‘Pontianak Kota Khatulistiwa’.

Sutarmidji menjelaskan, latar belakang dipilihnya brand tersebut karena Pontianak merupakan satu diantara enam kota di seluruh dunia yang dilewati garis Khatulistiwa atau pertemuan titik nol derajat Lintang Utara dan Selatan.

Pontianak berada di tengah-tengahnya. Banyak momentum yang bisa menjadi kenangan tersendiri ketika berada di Tugu Khatulistiwa yang terletak di Pontianak Utara.

“Pontianak juga dikenal sebagai pusat aloevera dan Pontianak menjadi pusat kajian lidah buaya secara nasional. Makanya kita pilih city branding itu,” sebut orang nomor satu di Kota Pontianak ini.

Terkait geliat sektor bisnis restoran dan perhotelan di Pontianak, dirinya menyatakan, kedua sektor itu menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pajak hotel dan restoran secara nominal meningkat setiap tahunnya. Wali Kota dua periode itu menyebut, ada hotel yang tingkat huniannya mencapai di atas 80 persen.

“Ada hotel yang tingkat huniannya penuh, itu tergantung bagaimana mereka mempromosikan hotelnya,” pungkasnya. (Fat/Jim Hms)

Print Friendly, PDF & Email

1 COMMENT

LEAVE A REPLY