Ilustrasi Bawang Putih (Foto: Ist)
Ilustrasi Bawang Putih (Foto: Ist)

Gelar Operasi Pasar Bawang Putih Rp30 ribu/kilogram

KalbarOnline, Pontianak – Untuk menekan harga jual bawang putih yang akhir-akhir ini melambung tinggi, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak akan menggelar operasi pasar khusus bawang putih di Pasar Flamboyan dengan harga jual Rp30 ribu per kilogram.

“Operasi pasar ini akan disuplai 60 ton bawang putih dan ditargetkan penjualan habis dalam sehari,” ujar Kepala Diskumdag Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo saat menggelar konferensi pers di ruang kerjanya, Senin (29/5).

Kegiatan operasi pasar bawang putih ini rencananya akan digelar di Pasar Flamboyan pada hari Selasa (30/5) mulai pukul 06.00 WIB pagi hingga selesai. Operasi pasar ini selain untuk mengendalikan harga bawang putih, juga bertujuan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan bawang putih.

Selain diperuntukkan masyarakat, pengecer dan pemilik toko juga boleh membeli bawang putih ini. Nanti, bawang putih yang dibeli bisa dijual kembali dengan patokan harga jual Rp 32 ribu sampai Rp 38 ribu.

“Kita optimis target penjualan bawang putih sebanyak 60 ton dalam sehari ini bisa tercapai dan mencukupi kebutuhan masyarakat Pontianak selama Ramadan,” ucapnya.

Dikatakan Haryadi, pihaknya dalam hal ini sebagai fasilitasi sekaligus memonitor komoditi bawang putih. Sedangkan penyuplai bawang putih tersebut langsung ditunjuk oleh Kementerian Perdagangan. Dua perusahaan penyuplai bawang putih khusus operasi pasar di Pasar Flamboyan yakni PT Citra Gemini Mulya dan PT Fajar Mulya Trakindo.

Dirinya mengimbau masyarakat tidak panik dengan melambungnya harga bawang putih di pasaran. Sebab, dengan operasi pasar bawang putih yang mematok harga Rp30 ribu per kilogram ini, tidak mungkin oknum spekulan menimbun bawang putih, apalagi menjualnya dengan harga tinggi yang justru merugikan mereka sendiri.

“Saya mengimbau masyarakat memanfaatkan operasi pasar bawang putih ini,” imbaunya.

Sementara Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menegaskan bahwa dengan digelarnya operasi pasar bawang putih ini, para pedagang tidak boleh menjual melebihi dari patokan harga yang ditetapkan, yakni antara Rp32 ribu – Rp38 ribu.

“Tidak ada yang boleh menjual lebih dari harga itu, jika ada yang menjual lebih dari  harga itu, kami akan turun lapangan dan mengecek dari mana dia dapatkan serta beli di mana, akan kita telusuri,” tegasnya.

Ia juga mewanti-wanti para spekulan jika ada yang menyimpan atau menimbun stok bawang putih dengan tujuan menunggu harga tinggi, maka siap-siap berhadapan dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Sutarmidji tak ingin bila pihaknya sudah menggelontorkan bawang putih dengan jumlah yang banyak, tapi harga masih tetap tinggi.

“Kalau perlu jika terbukti menjual dengan harga tinggi, kita sita bawang putihnya. Kalau jualnya berada di pasar tradisional, saya langsung cabut izinnya tanpa peringatan lagi,” tandasnya.

Wajar saja Wali Kota dua periode ini mengambil tindakan tegas terhadap para pedagang nakal, sebab pasokan bawang putih yang digelontorkan jumlahnya cukup besar. Menurutnya, jika dalam kurun sehari atau dua hari ini harga bawang putih tidak juga normal, yakni tataran di bawah harga Rp38 ribu, maka dipastikannya itu adalah permainan oknum pedagang.

“Yang seperti ini kami akan berikan sanksi tindakan yang tegas,” kata Sutarmidji.

Orang nomor satu di Kota Pontianak ini menyebut, pihaknya akan terus memantau operasi pasar bawang putih ini. Pihaknya berencana meminta pasokan tambahan stok bawang putih lagi. Ia mengancam akan melakukan operasi pasar langsung di pasar-pasar yang ada jika para pedagang menjual bawang putih di atas harga patokan tertinggi.

“Kalau mereka masih menjual di atas harga patokan tertinggi, kita akan lakukan operasi pasar selama satu bulan. Biar saja mereka yang menumpuk bawang putih nanti tidak laku. Coba saja jika tidak percaya, kami akan lakukan itu. Kalau selama satu bulan kita jual Rp25 ribu per kilogram, bisa bangkrut dia,” ancamnya. (Fat/Jim Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY