KalbarOnline, Sintang  – Sebelum Indonesia merdeka, telah terjadi dua kali perang antara masyarakat Kayan Hulu melawan penjajah belanda yang dinamakan Perang Tebidah. Salah satu tokoh yang berperan penting dalam dua kali perang Tebidah adalah Apang Semangai yang sudah ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan.

“Pemerintah Pusat sudah memberikan penghargaan, saatnya kita di Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Sintang memberikan penghormatan dan penghargaan kepada pahlawan Apang Semangai,”Ungkap Wakil Bupati Sintang Askiman saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan acara napak tilas perjuangan Apang Semangai di Ruang Rapat Wakil Bupati Sintang, Jumat (12/08/ 2016).

Dikatakkanya, salah satu cara menghormati jasa pahlawan tersebut adalah membangun rumah perlindungan makam, menetapkan kawasan makam sebagai kawasan cagar budaya, membangun jalan dan jembatan menuju makam, “serta melakukan napak tilas perjuangan Apang Semangai” terang Askiman.

Putra daerah Kayan Hulu ini juga menyampaikan, bertepatan dengan hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2016, akan dilaksanakannya napak tilas perjuangan Apang Semangai untuk yang pertama kalinya, untuk itu  dia mengingatkan SKPD terkait untuk segera melakukan persiapan yang matang terhadap rencana dilaksanakannya napak tilas tersebut.

”Ini gawai besar yang harus kita sukseskan, maka persiapan harus baik, apalagi ini melibatkan banyak pihak seperti TNI, Polri, instansi vertikal, pelajar serta Pemkab Sintang di semua level pemerintahan,”bebernya.

Sementara menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Marchues Afen,  salah satu persiapan yang akan dilaksanakan yakni;  membuat replika Surat Keputusan Presiden tentang pengangkatan Apang Semangai sebagai pahlawan perintis kemerdekaan.

“selain itu kita juga buatkan medali penghargaan untuk menjadi salah satu koleksi di Museum Kapuas Raya,”terangnya,

Berdasarkan informasi yang dihasilkan dalam rapat tersebut, ada dua alternatif rute napak tilas yakni, dimulai dari Kota Sintang sampai lokasi makam Apang Semangai di Dusun Ibau Desa Riam Panjang Kecamatan Kayan Hulu dengan jarak tempuh 90 KM atau dimulai dari Simpang Beganjah Kecamatan Kayan Hilir dengan jarak tempuh 18 KM.

Jika napak tilas dimulai dari Kota Sintang, maka diperlukan 18 regu dengan kemampuan berjalan kaki satu regu bisa mencapai 5 KM dan akan membutuhkan 360 orang jika satu regu terdapat 20 orang. Di setiap 5 KM akan disediakan pos kesehatan, konsumsi dan istirahat untuk kemudian dilakukan pergantian regu. Napak tilas akan berlangsung selama dua hari. Pada tanggal 10 November 2016 regu terakhir tiba di Desa Riam Panjang untuk melakukan upacara hari pahlawan. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY