KalbarOnline, Sintang  – Bupati Sintang, Jarot Winarno melepas 110 Calon Jemaah Haji asal Sintang. Pelepasan ditandai dengan pemberian bendera merah putih dan bendera lambang daerah Kabupaten Sintang. Sebelumnya, para calon jemaah haji ini mengikuti acara ramah tamah di pondopo Bupati Sintang, Jumat (19/08/2016) Malam.

Pada kesepaan tersebut Bupati Sintang, Jarot Winarno menympikan empat poin penting yang harus dipahami setiap calon haji, Yakni niat melakukan perjalanan spiritual.

“karena niat adalah kehendak atau motivasi dasar sehingga kita melakukan ibadah haji untuk beribadah kepada Allah SWT, bukan karena hobi atau status sosial,”ungkapnya.

Point kedua yakni bekal, bekal adalah alat bantu yang menopang  sehingga kita mampu melakukan perjalanan spiritual wujud bekal itu bisa fisik kesehatan maupun non fisik berupa keyakinan dan pemahaman

“Maka, sebelum kita berangkat, kesehatan fisik, sikap mental, keuangan, sarana pendukung dan sebagainya harus dipersiapkan dengan baik,”tambahnya.

Poin ketiga yakni, peta jalan dari perjalan spiritual artinya, mengetahui rangkaian aktivitas yang akan ditempuh dalam perjalanan haji,” rangkaian ibadah haji cukup banyak, baik rukun maupun sunahnya semua itu mesti dipahami dan dilaksanakan dengan baik agar kita dapat meresapi hakikat ibadah haji” sambungnya.

Dan yang terakhir  yakni oleh-oleh yang didapat dari perjalanan spiritual. Oleh-oleh ini terkait hasil dan dampak dari pelaksanaan ibadah haji tersebut.

“Oleh-oleh utama dari ibadah haji tiada lain adalah status haji mabrur untuk diri pribadi yang berhaji, dan pengalaman spiritual yang dapat bagi kepada orang lain untuk menggugah keimanan mereka,”bebernya.

Dikatakan Bupati Sintang pihaknya sangat mendukung penuh untuk suksesnya penyelenggaran ibadah haji, karena terkait langsung dengan upaya pencapan visi mewujudkan masyarakat kabupaten Sintang yang religius.

“Saya meminta seluruh jamaah haji untuk menjaga kekompakan sesama anggota jemaah haji, patuhi arahan dari petugas haji kita, yang tak kalah pentingnya, jaga baik-baik dokumen surat-surat berharga, jangan sampai hilang atau tertinggal. Kepada keluarga yang dtinggalkan, mari kita berdoa agar keluarga, sahabat dan tetangga kita yang berhaji dapat sukses.” Pesan Jarot.

Kemudian Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sintang yang dalam hal ini diwakili oleh Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Anwar Ahmad mengatakan, Kuota jamaah haji nasional pada tahun 2016 ini berjumlah sekitar 168 ribu lebih jamaah, kuota ini telah dipangkas oleh Pemerintah Arab Saudi sehingga yang pada dasarnya jamaah asal Indonesia jika ditotalkan berjumlah 204 ribu jamaah, tentunya hal ini berdampak kepada kouta haji khusus di Kalimantan Barat.

“, di Kalimantan Barat sendiri kuota awal 2339 Jamaah haji tetapi dipotong menjadi 1972 jemaah haji yang diberangkatkan,”terangnya.

Selain itu lanjutnya, jumlah jemaah haji di Kabupaten Sintang tentunya mendapat kuota tambahan, dari tahun lalu berjumlah 103 orang dan pada tahun 2016 ini kouta jamaah haji berjumlah 112 orang, akan tetapi 2 orang dibatalkan keberangkatannya, 1 orang jamaah haji belum melunasi pembiayaan pelaksanaan ibadah haji, dan 1 orang jamaah haji sedang hamil yang dimana dalam segi kesehatan belum bisa untuk beribadah haji dan kemungkinan besar akan diberangkatkan pada tahun depan.

” sehingga total yang diberangkatkan sebanyak 110 jamaah haji asal Kabupaten Sintang.” Tutur Anwar Ahmad.

“110 Jamaah haji asal Kabupaten Sintang berdasarkan jenis kelaminnya, Laki-laki sebanyak 54 orang, wanita sebanyak 56 orang, dengan jamaah haji tertua berumur 80 tahun yang berasal dari Kayan Hilir, dan yang termuda berasal dari Kecamatan Dedai, sehingga Kabupaten Sintang termasuk didalam kloter 14 gelombang pertama, bersamaan dengan jamaah haji berasal dari Kabupaten Sambas, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sintang yang melalui embarkasih Batam” tambah Anwar Ahmad. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY